Pro-Kontra Semen Rembang, SPMP Mengeluarkan Pernyataan Sikap

0
813 views

REMBANG, BeritaGresik.com – Dinamika pro dan kontra perihal pendirian pabrik Semen Indonesia di Rembang, menurut Haryadi, koordinator Serikat Mahasiswa dan Pemuda (SPMP) Pantura –  Rembang  kian kurang sehat. Masyarakat, sebagaimana disampaikan SPMP, tampak terjebak dalam pusara pro-kontra.

“Padahal, ungkapnya lagi, masih banyak yang perlu digali demi mewujudkan Kabupaten Rembang yang maju dan sejahtera,” papar Haryadi.

Terangnya lagi, meskipun SPMP dalam posisi netral perihal adanya gejolak pro-kontra tentang pendirian Pabrik Semen di Rembang, namun bukan berarti SPMP apatis atas dinamika yang ada. Sehingga sebagai wujud kepedulian dan tanggungjawab, SPMP mengeluarkan pernyataan sikap tentang ajakan menjalin kerukunan.

Diantara isi pernyataan sikapnya adalah pertama, ajakan kepada semua pihak agar membangun masyarakat kabupaten Rembang hidup damai dan tentram.

Kedua, tuntutan agar kabupaten Rembang bebas pengangguran dengan mengharap Pemerintah menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya.

Ketiga, tuntutan untuk mengembalikan spirit budaya Rembang yang semakin Pudar. Keempat, tuntutan akan upaya mewujudkan masyarakat Rembang yang visioner menuju Rembang Emas 2030

Kelima, tuntutan kolektif perihal terwujudnya masyarakat Rembang bersatu demi keutuhan dan kesejahteraan.

Koordinator SPMP, Hariyadi juga menambahkan, pernyataan sikap tersebut juga mengingat akan geografis kabupaten Rembang yang stratgis.

Ia menjelaskan, Rembang berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Timur, sehingga menjadi gerbang sebelah timur Provinsi Jawa Tengah. Daerah perbatasan dengan Jawa Timur, seperti di Kecamatan Sarang, memiliki kode telepon yang sama dengan Tuban.

“Bagian selatan wilayah Kabupaten Rembang merupakan daerah perbukitan, bagian dari Pegunungan Kapur Utara, dengan puncaknya Gunung Butak (679 meter). Sebagian wilayah utara, terdapat perbukitan dengan puncaknya Gunung Lasem (ketinggian 806 meter). Kawasan tersebut kini dilindungi dalam Cagar Alam Gunung Celering,” tambahnya.

Lanjutnya, kabupaten Rembang yg dikenal dengan berbagai kesenian budaya seperti Laesan dari Lasem, Orek-orek dari Kecamatan Bulu, Pathol dari Sarang, Engklek, Shador, dan lain sebagainya. Namun, kini kesenian budaya itu sudah tidak kelihatan di masyarakat,

“Apalagi berbagai wisata di Rembang seperti wisata sejarah, Religi, Alam, Kuliner dan Belanja pun tak jarang masyarakat memanfaatkan Potensi yang ada,” pungkasnya.