Menikmati Wisata Hutan Mangrove di Manyar Gresik

Wisata mangrove Kali Mireng, Desa Manyarsidomukti, Manyar, Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Siapa sangka di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terdapat sebuah hutan mangrove yang dapat memanjakan mata dan pernapasan setiap pengunjung yang datang ke sana.

Kawasan wisata hutan mangrove itu terletak di Desa Manyarsidomukti, Kecamatan Manyar, Gresik. Beragam pohon mangrove tanpak tumbuh dengan subur di sekitar sungai Kali Mireng.

Untuk sampai ke kawasan wisata hutan mangrove, pengunjung hanya perlu menempuh perjalanan sekitar 1 kilometer dari pintu masuk atau gapura yang bertuliskan “Selamat Datang Wisata Mangrove Desa Manyarsidomukti”.

Isharul, Ketua Pokmaswas Kali Mireng Manyar Gresik. (Foto: BG/As)

Menurut Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kali Mireng Manyar, Isharul, hutan mangrove itu sudah mulai dikembangkan sejak empat tahun yang lalu, tepatnya pada 2014.

“Wisata hutan mangrove ini terus coba kita kembangkan dengan segala keterbatasan yang ada. Bahkan, fasilitas yang ada itu dibangun dari swadaya masyarakat,” kata Isharul, ditemui reporter Berita Gresik beberapa waktu lalu.

Kawasan wisata mangrove Kali Mireng dilengkapi dengan jembatan dari bambu. Meski tidak terlalu panjang, keberadaan jembatan yang melintas di tengah pohon mengrove tersebut memberikan sensasi tersendiri bagi para pengunjung.

Pohon mangrove di Kali Mireng, Manyar, Gresik. (Foto: BG/As)

Selain untuk menikmati udara segar di tengah rimbunnya pohon mangrove, pengunjung juga sengaja datang ke tempat eisata itu untuk memancing ikan. Tempat ini bisa menjadi hiburan alternatif bagi warga Gresik saat akhir pekan.

Mata Pencaharian Warga

Bagi masyarakat Manyar, keberadaan hutan mangrove di Kali Mireng bukan sebatas kawasan wisata, tapi juga tempat untuk mencari nafkah, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai nelayan.

“Masih banyak masyarakat, khususnya nelayan yang menggantungkan hidupnya dari tempat ini, termasuk saya sendiri. Ada puluhan nelayan yang mencari ikan di sini,” terang Isharul.

Kendati begitu, ia juga menyayangkan rendahnya kesadaran warga setempat untuk merawat dan menjaga ruang hijau. Bahkan tak sedikit warga yang membuang sampah sembarangan.

Kali Mireng, Manyar, Gresik. (Foto: BG/As)

Menurut Isharul, keberadaan hutan mangrove sebagai kawasan hijau sangat penting bagi masyarakat setempat di tengah pesatnya pertumbuhan kawasab industri di Kecamatan Manyar, Gresik.

Butuh Dukungan

Isharul menyadari betul jika upaya untuk mengembangkan hutan mangrove di Kali Mireng tidak cukup hanya dilakukan oleh dirinya dan teman-temannya di Pokmaswas Kali Mireng. Dia berharap adanya dukungan dari pihak pemerintah dan kalangan swasta.

Dia mengakui adanya bantuan berupa bibit bakau dari pemerintah. Namun hal itu dirasa belum cukup. Ia juga berharap dukungan dari pihak swasta, utamanya dari perusahaan industri yang selama ini beroperasi di sekitar kawasan mangrove.

Untuk itu, ia mengaku sudah beberapa kali mengajukan bantuan dari CSR perusahaan yang ada di Manyar, namun belum dipenuhi. Padahal, perusahaan-perusahaan itu juga punya tanggung jawab terhadap kondisi lingkungan.

Kendati begitu, Isharul tetap semangat untuk terus mengembangkan hutan mangrove di Kali Mireng, dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. (as)

No Response