Pro dan Kontra Pengembangan Pariwisata Bawean

0
2,581 views
Pulau Noko (Foto: Dok. BG)
Pulau Noko (Foto: Dok. BG)

BeritaGresik.com – Tak bisa dipungkiri jika Pulau Bawean memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Namun, rencana untuk menjadikan Bawean sebagai tujuan wisata banyak menuai pro dan kontra.

Sikap penolakangan dan dukungan atas upaya pemerintah daerah yang hendak menjadikan Pulau Putri, julukan bagi Pulau Bawean, sebagai tujuan wisata itu mencuat ketika organisasi PMII Bawean secara tegas menolak gagasan tersebut.

Baca juga:

Pro dan kontra memgemuka di media sosial Facebook. Beragam pandangan disampaikan warga Pulau Bawean mengomentari postingan berita terkait prnolakan PMII jika Bawean dijadikan sebagai daerah atau kawasan wisata.

Salah satu komentar dituliskan sebuah akun bernama Kadir Rio Sufc. Dia mengaku setuju atas penolakan tersebut, karena pengembangan pariwisata hanya akan merusak keindahan Bawean.

“Memang bagus kalau ditolak dijadikan wisata kerana ia akan hanya merusak keindahan Pulau Bawean… bukan tau menjaga cuma tau merusak buang sampah sembarangan..,” tulis Kadir.

Komentar berbeda disampaikan akun Abe. Dia menyatakan, mendukung upaya pengembangan Bawean sebagai objek wisata, namun tetap dalam kerangka aturan dan norma agama yang berlaku.

“Alangkah baiknya pariwisata di Bawean dikembangkan, tentunya masih dalam norma-norma agama.. Di Bawean banyak makam wali dan itu bisa dijadikan wisata religi,” begitu menurut Abe.

Sementar itu, Ajib Bombastic mengaku tidak sependapat dengan aksi penolakan yang digelar PMII beberapa waktu lalu. Menurut dia, Bawean sulit untuk maju jika sektor wisata tidak dikembangkan.

“Saya sebagai anak pulau sangat tidak setujuh (ditolak). Arah berpikir orang Bawean sudah pada maju, kalau tidak dibuka wisata, maka Bawean akan mundur lagi,” kata Ajib. (as)