Tradisi Hatmil Quran Ala Masyarakat Bawean

0
696 views
Tradisi hatmil quran di Bawean. (Foto: BG/Abr)
Tradisi hatmil quran di Bawean. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Meski mulai jarang dijumpai, sebagian warga Bawean masih tetap mempertahankan tradisi hatmil quran. Tradisi ini biasanya digelar ketika ada di antara anak warga Bawean yang sudah hatam mengaji kitab suci Alquran.

Tradisi itu salah satunya masih dijumpai di Desa Paromaan, Kecamatan Tambak Bawean. Uniknya, anak yang dinyatakan tuntas mengaji Alquran hingga 30 juz itu dirias menyerupai seorang pengantin yang siap menyambut mempelai lelaki.

Usai dirias, si anak kemudian membaca ayat demi ayat Alquran dengan tartil, baik segi ilmu tajwid atau makharijul hurufnya untuk diperdengarkan kepada tokoh, undangan, beserta masyarakat yang ikut hadir dalam acara tersebut.

Tradisi hatmil quran di Bawean. (Foto: BG/Abr)
Tradisi hatmil quran di Bawean. (Foto: BG/Abr)

Seperti yang dijalani Ainun Rizqiyah, bocah perempuan yang baru berusia 12 tahun, warga Dusun Langaor, Desa Paromaan, Kecamatan Tambak. Ainun menjalani prosesi itu karena ia baru saja dinyatakan lulus dan hatam Alquran.

Kedua orang tua Ainun, yakni Abdul Halik dan Halila menganggap tradisi ini sebagai wujud syukur atas prestasi yang telah diraih anaknya. Pasangan suami dan istri itu mengaku bangga karena anaknya sudah tuntas mengaji Alquran.

Layaknya pengantin, di penghujung acara Ainun mendapatkan beragam hadiah atau bingkisan dari undangan yang hadir. Hadiah ini sebagai bentuk ucapan selamat atas capaian Ainun yang telah tuntas mengaji 30 juz Alquran.

Kepala Desa Paromaan Kafil Kamsidi mengatakan, tradisi hatmil quran ini sudah berlangsung sejak lama secara turun temurun. Tradisi ini masih tetap dipertahankan warganya untuk motivasi anak agar giat belajar al qur’an.

“Tradisi seperti ini sangat bagus untuk tetap dipertahankan agar anak merasa termotivasi untuk belajar Alquran,” kata Kafil kepada beritagresik.com ditemui di lokasi acara, Minggu (29/5/2016). (abr)