Grebek Surowiti Angkat Potensi Wisata Lokal

0
1,314 views
Grebeg Surowiti Sewu Tumpeng di Desa Surowiti, Panceng, Gresik. (Foto: BG/Wan)
“Grebeg Surowiti Sewu Tumpeng” di Desa Surowiti, Panceng, Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Masyarakat di Desa Surowiti, Kecamatan Panceng, Gresik, menggelar agenda tahunan bertajuk “Grebeg Surowiti Sewu Tumpeng”, Kamis (27/10/2016). Kegiatan napak tilas ini untuk mengenang Sunan Kalijogo.

Ada ribuan tumpeng yang dibawa warga dalam kegiatan tersebut. Tumpeng ini dikumpulkan di dua lokasi yakni, di lahan parkir wisata desa serta di lokasi pesarean (lingkungan yang dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijogo).

“Masyarakat di sini mempercayai bila tumpeng yang berbentuk piramid ini sebagai bentuk perlambangan doa mereka untuk sang pencipta,” tutur Kepala Desa Surowiti Khalidul Iman dilokasi acara, Kamis (27/10/2016).

Sebelum dibawa ke kompleks yang diyakini sebagai makam Sunan Kalijogo, ribuan tumpeng tersebut diarak lebih dulu berkeliling kompleks sejauh 1 kilometer. Setelah itu, baru dilakukan tahlilan bersama, saling menukar tumpeng dan diakhiri makan bersama.

“Sudah tiga kali edisi kami lakukan. Namun untuk kali ini, tidak hanya warga Desa Surowiti saja yang terlibat, melainkan juga warga desa tetangga seperti Serah dan Sukodono,” jelasnya.

Kegiatan ini, dikatakan Iman, sebagai langkah untuk memperkenalkan kepada masyarakat umum tentang potensi wisata Desa Surowiti, yang dianggapnya cukup layak untuk dikunjungi jika sedang berada di Gresik.

“Untuk acara kali ini, ada sekitar dua ribuan tumpeng yang dibawa oleh warga kemudian dimakan bersama-sama usai doa. Di mana sebagai ikonnya ada dua tumpeng besar, satu tumpeng nasi dan satu lagi berisikan hasil panen,” beber Iman.

Wakil Bupati Gresik Mochammad Qosim mengatakan, tradisi Gerebek Surowiti memadukan konsep religi dan wisata yang dianggap cukup menarik. Ia pun berharap tradisi Grebeg Surowiti ini bisa termasuk dalam agenda nasional.

“Saya juga sudah ngomong kepada perangkat desa setempat, untuk segera membuat konsep proposal dan segera berkomunikasi dengan Disbudparpora (Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Olahraga) untuk itu,” ujar Qosim.

Selain doa dan makan tumpeng bersama, rangkaian agenda ini rencananya bakal ditutup dengan pementasan seni wayang kulit. Warga menganggap seni wayang sebagai peninggalan Sunan Kalijogo. (wan)