Identitas Asli Kebudayaan Bawean Harus Dipertahankan

Forum Ngaji Budaya yang diadakan Ikatan Mahasiswa Bawean Yogyakarta (IPMABAYO) di Gedung Muslimat NU Bawean. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Keberadaan identitas asli kebudayaan Bawean harus terus dipertahankan agar tidak tergerus oleh derasnya arus modernisasi. Jika tidak, upaya pengembangan pariwisata Pulau Bawean, Gresik, tidak akan punya daya tarik.

Hal itu mengemuka dalam forum ngaji budaya bertajuk “Menggagas Pengembangan Pariwisata Bawean Berbasis Budaya” yang diadakan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Bawean Yogyakarta (Ipmabayo) di Gedung Muslimat NU Bawean, Minggu (24/6/2018).

Pemerhati Budaya Bawean Burhanuddin mengatakan, pengembangan pariwisata di Pulau Bawean sudah tidak bisa dihindari. Pariwisata dikatakan sebagai bisnis global yang masuk ke seluruh dunia, termasuk nantinya ke Bawean.

Untuk itu, menurut Burhanuddin, saat ini yang terpenting adalah bagaimana menjaga kelestarian lingkungan dan identitas budaya asli masyarakat di Pulau Bawean. Jangan sampai tergerus oleh budaya yang datang dari luar.

Dia mencontohkan budaya Bawean yang mulai terpengaruh oleh budaya luar, seperti musik dan lagu kesenian hadrah atau kercengan yang mulai disusupi dengan irama musik dangdut dan musik lainnya.

“Seberapa hebat budaya di Bawean, tapi kemudian dilengserkan, orang akan enggan. Karena itu bukan nilai manusia yang asli. Manusia akan rindu dengan budaya asli. Itu harus dipertahankan, manusianya diberdayakan,” ucapnya.

Dia juga menekankan agar potensi wisata yang ada di Bawean, seperti Pulau Noko Gili, Pulau Cina dan potensi lainnya dikelola oleh masyarakat Bawean sendiri, bukan dikelola oleh orang luar atau pihak swasta maupun pemerintah.

“Pemerintah jangan hanya suruh orang datang, tidak begitu. Berdayakan mereka bagamaina mereka bisa mengelola lingkungannya, jangan dikelola orang luar, jangan dikelola pemerintah. Malah pemerintah harus membantu dalam pariwisata,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Ketua PCNU Bawean Fauzi Raouf. Menurut dia, upaya pengembangan pariwisata di Pulau Bawean sudah berjalan. Untuk itu, perlu ada pengawalan secara bersama-sama, agar proses pengembangan pariwisata di pulau Bawean berjalan sesuai harapan.

‘Pemgembangan pariwisata itu tidak bisa dihindari. Ini sudah jalan, tidak mungkin kita bendung. Karena itu, perlu pengawalan bersama-sama, jangan sampai kita larut pada proses yang tidak dikehendaki,” kata Fauzi.

Dalam konteks budaya, Fauzi menyebut ada banyak kebudayaan Bawean yang bisa dieksplore guna menarik kunjungan wisatawan ke Pulau Bawean. Salah satunya terkait kuliner khas Bawean. Hal itu dirasa perlu untuk dimunculkan.

Sebenarnya kebudayaa kita itu banyak yang bisa dieksplor tanpa dimanipulasi, tanpa dibikin-bikin. Ya, dilakukan saja apa adanya. Misalnya budaya Bwean tentang kuliner, itu kan penting sekali ditampilkan begitu rupa,” imbuhnya. (as)

No Response