Pantai Pasir Putih, Obyek Wisata Bawean yang Terabaikan

0
2,162 views

BeritaGresik.com – Pantai Pasir Putih Sukaoneng merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Pulau Bawean. Butiran pasir putih dipadu dengan ribuan pohon mangrove menambah keindahan dan pesona obyek wisata alam ini.

Namun, belakangan nama Pantai Pasir Putih seolah hilang dari daftar tujuan favorit wisatawan lokal dan mancanegara. Itu tidak terlepas dari kondisi pantai yang mulai rusak serta minimnya infrastruktur seperti akses jalan masuk.

“Kondisi Pasir Putih sekarang sudah banyak rusak, akses jalan banyak jebol, ribuan tanaman mangrove perlu penjarangan, bahkan kalau bisa harus ada pemandian air tawar,” kata pegiat lingkungan, Arfa’e (70), Jumat (17/10).

Butuh Perhatian Pemerintah

Arfa’e berharap agar pemerintah daerah tidak menutup mata. Pantai seluas 35 hektar yang terkenal dengan hutan mangrovenya itu dinilai perlu segera dibenahi, agar kembali menjadi salah satu obyek wisata favorit di Bawean.

“Saya berharap pemerintah mau turun tangan, memberikan perhatian, serta membantu untuk mengembalikan Pantai Pasir Putih sebagai salah satu obyek wisata alam favorit di Pulau Bawean,” ujar Arfa’e penuh harap.

Pernah Raih Kalpataru 2000

Pantai Pasir putih terletak di kawasan barat Pulau Bawean, tepatnya Desa Sukaoneng Kec. Tambak. Pada 1952 silam, kondisi Pasir Putih terkena abrasi dan mengancam pertanian warga karena air laut kerap menggenangi areal sawah.

Kondisi itulah yang kemudian menggerakkan Arfa’e berjuang sendiri menyelamatkan areal pertanian warga dengan cara membuat  pematang dan tanggul menggunakan alat seadanya guna menghindari abrasi pantai.

Hutan Mangrove di kawasan Pantai Pasir Putih Sukaoneng (Foto abr)
Hutan Mangrove di kawasan Pantai Pasir Putih Sukaoneng (BeritaGresik.com/abr)

Dalam kurun waktu 32 tahun, kerja keras Arfa’e mulai membuahkan hasil. Tahun 2000 dirinya meraih pengahargaan Kalpataru dari presiden Abdurrahman Wahid yang diserahkan oleh Wakil Presiden Megawati Soekarno Putri.

Tak hanya itu, pada 2013, di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Arfa’e kembali diundang ke Istana Presiden untuk menerima pengahargaan Satyalanca Pembangunan kategori penyelamat pantai. [abr]