Dinas Pariwisata Gresik Data Bangunan Cagar Budaya

0
74 views
Tim ahli dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik mendata bangunan cagar budaya. (Foto: BG/Kurniawan)

BeritaGresik.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik saat ini sedang melakukan pendataan seluruh bangunan yang masuk dalam kategori cagar budaya. Pendataan dilakukan guna memastikan bangunan bersejarah tersebut tidak memgalami perubahan bentuk fisik.

Hal itu mengacu pada UU Nomor 11/2010 tentang Cagar Budaya, Kriteria dan Pemanfaatan sebagai Obyek Wisata. Rencananya, bangunan bersejarah di sepanjang Jalan Basuki Rahmad, Gresik akan dijadikan cover muka heritage kota wisata.

Pendataan ini menerjunkan tim ahli dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gresik. Berbekal alat yang memadahi, tim bangunan dii beberapa titik yang di ketahui sebagai cagar budaya. Tim melakukan pendataan ukuran dan bentuk fisik hingga usia dan catatan sejarah pada masanya.

Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala Dinas Periwisata dan Kebudayaan Gresik Khairil Anwar mengatakan, pendataan ini sesuai Perda Gresik Nomor 37 tahun 2011. Bangunan yang terdata sudah ditetapkan menjadi situs cagar budaya, sehingga pemiliknya tidak boleh mengubah fisik bangunan. Meski dalam kenyataannya di Gresik wilayah perkotaan tidak sedikit yang beralih fungsi sebagai tempat bisnis.

“Kali ini pihak kami sebatas mendata dan sekaligus menetapkan bahwa bangunan masuk sebagai cagar budaya. Jika tahun kemarin kita bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk perawatannya, tahun ini kami belum tahu,” terangnya disela-sela pendataan di salah satu bangunan tua, Selasa (14/3/2017).

Menanggapi banyaknya bangunan tua yang jelas masuk dalam pendataan cagar budaya dan beralih fungsi sebagai tempat bisnis, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik tidak menampik kemungkinan hal itu terjadi.

Namun menurutnya, tindakan itu masih dianggap wajar selama tidak mengubah bentuk asli bangunan yang ditetapkan sebagai cagar budaya. Akan tetapi perubahan bentuk seharusnya melaporkan terlebih dulu ke pihak tim cagar budaya.

“Tujuan kami menetapkan bangunan tua yang didata secara bertahap ini sesuai dengan Perda yang ada. Pendataan nantinya akan diserahkan ke Bupati untuk ditetapkan yang mana nanti bisa dimanfaatkan sebagai lokasi wisata,” pungkasnya. (wan)