Warga Kedanyang Kebomas Gelar Sedekah Bumi

0
48 views
Bupati dan Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim ikut memikul tumpeng raksasa dalam acara sedekah bumi di Kedanyang, Kebomas, Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Warga Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, menggelar tradisi sedekah bumi. Mereka melakukan kirab gunungan setinggi 3,5 meter yang berisi hasil bumi sebagai tanda syukur atas melimpahnya hasil panen.

Tradisi kirab gunungan warga Kedanyang berlangsung pada Minggu, (12/8/2017). Ratusan warga ikut mengarak tumpeng raksasa itu ke tempat acara yang jaraknya sekitar 100 meter. Gunungan tersebut nantinya akan diperebutkan oleh warga.

Sedekah bumi ini juga dihadiri Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim. Kedua pemimpin Gresik itu bahkan ikut memikul tumpeng raksasa bersama warga desa.

(Foto: BG/As)

Sesaat setelah turun dari kendaraan, Sambari dan Qosim tidak langsung menuju ke tempat acara seperti yang disarankan Camat dan Kades setempat. Keduanya bersikeras untuk ikut memikul tumpeng raksasa yang berisi hasil pertanian warga.

Meski terlihat berat, keduanya bersikukuh ikut merasakan memikul tumpeng raksasa tersebut. Sambari dan Qosim tanpak bergantian bersama warga desa setempat mengantarkan tumpeng raksasa ke tempat acara yang jaraknya sekitar 100 meter.

Tak sampai lima menit setelah pembacaan doa, tumpeng hasil pertanian warga yang dibentuk gunungan setinggi 3,5 meter itu langsung ludes jadi rebutan warga. Mereka sangat antusias  meraih puncak gunungan meskipun hanya berupa untaian padi.

Kades Kedanyang Almuah mengatakan, rebutan gunungan yang berupa hasil pertanian ini merupakan tradisi. Puncak gunungan yang berupa padi ini sebenarnya hanya simbolis yang berarti kemakmuran.

“Hasil pertanian warga Kedanyang sangat menggembirakan. Benih, pupuk dan obat-obatan tersedia dengan cukup serta hasil panen melimpah melebihi target. Jadi sedekah bumi ini mengandung makna syukuran atas kesejahteraan masyarakat Desa Kedanyang,” jelasnya.

Selain bermakna syukur, sedekah bumi ini merupakan simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat. Kebersamaan itu tanpak dari besarnya partisipasi warga terhadap pelaksanaan sedekah bumi, termasuk dalam hal penganggaran dana.

“Biaya sedekah bumi ini tidak sedikit. Kami menganggarkan sekitar Rp 50 juta yang dikumpulkan dari partisipasi masyarakat. Belum lagi biaya hantaran yang dinamakan ambeng. Kalau dihitung bisa mencapai ratusan juta. Tanpa kerukunan dan partisipasi, niscaya upacara ini tak bisa dilaksanakan,” kata Almuah.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengaku bangga dengan persatuan masyarakat Kedanyang. Dia menekankan agar semua dana pembangunan yang dikucurkan ke Desa Kedanyang dikerjakan oleh masyarakat Kedanyang sendiri.

“Pembangunan di desa jangan dikerjakan oleh kontraktor. Kalau dikerjakan warga desa, maka hasil dan pengawasannya akan baik dan bisa dipertanggungjawabkan. Kepala Desa juga harus berhati hati dan bertanggung jawab penuh,” kata Sambari.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim meminta agar seluruh masyarakat Desa Kedanyang tetap rukun, bersatu dan selalu mengedepankan gotong royong. “Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh mayarakat desa Kedanyang yang telah membantu kami dalam melaksanakan pembangunan,” kata Qosim.

Acara sedrkah bumi ini dihelat di halaman Pendopo Kantor Desa Kedanyang, Kebomas, Gresik. Ribuan warga Kedanyang dan sekitarnya turut hadir menjadi saksi kemeriahan acara sedekah bumi yang diselengarakan setahun sekali ini. (as)