Mengintip Aksi Komunitas Sadar Wisata di Bawean

0
559 views
Komunitas Tasek Tanean
Komunitas Tasek Tanean

BeritaGresik.com – Pulau Bawean Gresik memang dianugerahi keindahan alam yang luar biasa. Sehingga tidak heran jika belakangan ini mulai banyak dikunjungi wisatawan, baik itu dari dalam negeri maupun mancanegara.

Keindahan alam ini harusnya dijaga agar tetap bisa dinikmati. Namun demikian, ada saja yang merusaknya dengan dalih untuk kepentingan ekonomi. Terbukti, terumbu karang di beberapa kawasan di laut Bawean mulai banyak yang rusak.

Kondisi ini yang lantas menggerakkan sekelompok pemuda di Pulau Bawean berupaya mengembalikan keindahan bawah laut Bawean. Mereka terkumpul dalam satu wadah yang diberi nama komunitas sadar wisata “Tasek Tanean”.

Komunitas Tasek Tanean
Komunitas Tasek Tanean

Beberapa aksi yang sudah dilakukannya untuk menyelamatkan laut Bawean dari kerusakan yakni, melakukan konservasi dan rehabilitasi pantai, serta terumbu karang. Komunitas Tasek Tanean juga membuat rumah bagi ikan atau rumpun.

Biaya Sendiri

Menurut Iwan, Ketua Komunitas Tasek Tanean, dana yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatannya itu bersumber dari iuran anggota komunitas Tasek Tanean. Artinya, mereka mengeluarkan uang dari koceknya masing-masing.

“Ya, biayanya dari teman-teman, kalau nunggu datangnya bantuan dari pemerintah kapan bisa terealisasi,” kata Iwan saat berbincang dengan reporter beritagresik.com di Sangkapura Bawean, Gresik, beberapa waktu yang lalu.

Komunitas Tasek Tanean
Komunitas Tasek Tanean

Kegiatan yang dilakukan komunitas ini bukannya tanpa ada tantangan. Kadang, kata Iwan, pihaknya berhadapan dengan nelayan yang kerap menjaring ikan di kawasan konservasi. Pihaknya meminta agar nelayan tak menjaring di tempat itu.

“Wilayahnya hanya 400 meter, hanya sedikit saja. Saya pikir tidak mengurangi penghasilan nelayan, kita langsung menemui nelayan untuk tidak menjaring ikan di sana, kalau memancing saya persilahkan bebas,” terang Iwan.

Larangan menjaring ikan di kawasan konservasi bukannya tanpa alasan. Alat tangkap yang digunakan nelayan dikatakan dapat merusak karang. “Kalau menjaring kan bisa merusak karang yang telah kita konservasi,” ucapnya.

Membuka Spot Pancing

Selain melakukan kegiatan konservasi, komunitas yang mengusung tagline “Laut Halaman Rumahku” ini juga menyediakan wisata bahari atau spot pancing dan snorkeling di kawasan yang selama ini telah ia jaga dan lestarikan.

Komunitas Tasek Tanean
Komunitas Tasek Tanean

“Tempatnya berjarak sekitar 500 meter dari bibir pantai ini,“ terabg Iwan sambil menunjukkan tempat spot pancing dan snorkeling yang memang disediakan bagi pecinta wisata laut dan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bawean.

Berkat kerja kerasnya berusaha menjaga keindahan laut Bawean, kini komunitas Tasek Tanean mulai menikmati hasilnya. “Alhamdulillah sudah banyak yang datang kesini untuk ngajak memancing dan snorkeling,” imbuhnya. (gfr)