Temui Bupati, Finalis Cak dan Yuk Tanyakan Pengembangan Pariwisata di Gresik

0
14 views
Para finalis Cak dan Yuk Gresik saat menemui Bupati Gresik Sambari Halim Radianto di Kantor Pemkab Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Sebanyak 30 finalis Cak dan Yuk Gresik menemui Bupati Gresik Sambari Halim Radianto di ruang Graita Eka Praja kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jumat (3/11/2017).

Para finalis Cak dan Yuk Gresik tersebut berkesempatan berdiskusi dengan Bupati Sambari yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mighfar Syukur. Mereka juga menanyakan terkait pengembangan potensi wisata di Gresik.

Salah seorang finalis Nur Hadi Priyanto misalnya menanyakan apakah di Gresik sudah menerapkan halal life style terhadap para wisatawan yang berkunjung di kabupaten Gresik seperti halnya yang diterapkan di kota-kota besar di Indonesia.

Sebab menurut Nur Hadi, kabupaten Gresik merupakan kota dengan wisata yang berwawasan religi. Sehingga perlu diterapkan dan dikembangkan perilaku halal life style di kabupaten Gresik.

Terkait dengan hal itu, Bupati Sambari menjelaskan bahwa di Gresik memang dikenal dengan sebutan kota wali dan kota santri. Karena itu, pemerintah kabupaten Gresik sampai saat ini dikatakan selalu berupaya mempertahankan kearifan lokal.

“Ya meskipun belum ada himbauan resmi dari pemerintah, namun pola hidup atau yang Anda sebut halal life style tadi memang muncul dari kesadaran masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung di kabupaten Gresik ini,” jawab Sambari.

Untuk itu, lanjut Bupati, perlu adanya satu konsep terkait bagaimana kearifan lokal di Gresik ini dapat terjaga dan tidak rusak karena pengaruh modernisasi saat ini.

Berbeda halnya dengan Putri Rizkiana Sari. Wanita yang berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Surabaya itu justru menekankan pengembangan sektor perikanan di kabupaten Gresik. Dia menilai sektor perikanan merupakan penunjang perekonomian bagi masyarakat Gresik.

“Bagaimana langkah pemerintah dalam mengembangkan sektor budidaya ikan yang ada di kabupaten Gresik, sehingga dapat mengangkat perekonomian masyarakat di kabupaten Gresik ini,” tanya Putri kepada Bupati Sambari.

Menanggapi hal itu, Sambari menjelaskan, bahwa saat ini di Gresik terdapat 32.000 hektar lahan budidaya perikanan, baik itu budidaya perikanan air payau maupun air tawar. Belum lagi ditambah dengan hasil tangkapan para nelayan di laut.

Terkait hal itu, pemerintah kabupaten Gresik sudah membangun pasar ikan modern yang ada di jalan raya Ambeng-ambeng kecamatan Duduksampeyan Gresik. “Para petambak dan juga nelayan bisa menjualnya di sana,” kata Sambari.

Kendati demikian, menurut Sambari perlu disosialisasikan kembali di masyarakat agar tempat tersebut digunakan sesuai dengan peruntukannya.

“Pemkab Gresik memang selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Namun partisipasi masyarakat pun sangat diperlukan agar dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan,” ujar Bupati.

Sambari mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Gresik terkait dengan promosi wisata di Kabupaten Gresik melalui program Cak dan Yuk.

Dia bahkan meminta kepada para finalis untuk membuat karya tulis terkait potensi wisata dan daya Tarik kabupaten Gresik. “Kalau bisa Ananda sekalian bisa menjadi penulis buku. Namun harus berdasarkan pengalaman dan diuji terlebih dahulu,” ucapnya.

Keberadaan karya tulis berupa buku tentang potensi wisata dinilai akan memberi manfaat besar bagi masyarakat maupun para wisatawan yang ingin berkunjung ke Kabupaten Gresik. (iis/as)