Manfaatkan Dana Desa Untuk Kembangkan Potensi Wisata

0
39 views
Wisata Balungan Grejeg (WBG) di Desa Grejeg, Kecamatan Tambak Bawean, Kabupaten Gresisk. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, diidentikkan dengan keindahan kawasan wisata pantai dan alam bawah lautnya. Tak hanya itu saja, pulau yang terletak di utara Jawa ini juga memiliki kawasan wisata alam pedesaan yang begitu indah.

Kawasan wisata alam pedesaan itu salah satunya dapat dijumpai di Desa Grejeg, Kecamatan Tambak Bawean, Kabupaten Gresik. Desa ini termasuk salah satu desa di Pulau Bawean yang tidak memiliki wilayah pantai seperti desa-desa lainnya.

Kendati begitu, bukan berarti desa ini tidak memiliki potensi wisata. Hamparan sawah dengan beragam tanaman terdapat di sepanjang jalan menuju desa Grejeg. Hanya butuh waktu 30 menit dari ibu kota Kecamatan Tambak untuk sampai ke desa ini.

Jelang masuk ke kawasan desa ini, para wisatawan akan disuguhkan asrinya perbukitan yang masih banyak ditumbuhi pepohonan. Suhu udara yang sejuk semakin memanjakan wisatawan yang akan berkunjung ke desa yang terletak di kawasan pedalaman Pulau Bawean ini.

Desa Grejek belakangan ini tengah menjadi perbincangan hangat masyarakat di Pulau Bawean, Gresik. Keberadaan wisata kolam renang atau Wisata Balungan Grejeg (WBG) kian melambungkan nama Desa Grejeg di kalangan masyarakat setempat.

Ya, wisata kolam renang atau pemandian yang dibangun di atas lahan seluas 1.320 Meter persegi itu merupakan salah satu terobosan yang dilakukan oleh masyarakat beserta aparat desa setempat dalam memaksimalkan potensi wisata yang ada.

Kepala desa Grejeg Syamsi mengatakan, wisata kolam renang ini dibangun dengan memanfaatkan dana desa, sebesar Rp 160 juta. Dengan harapan, keberadaan wisata kolam renang ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) setempat.

Ide pembangunan wisata kolam renang ini murni inisiatif warga. Gagasan itu muncul saat digelar rapat bersama warga. “Melihat potensi air yang banyak, warga lantas mengusulkan pembangunan kolam renang dalam musyawarah desa,” terang Syamsi.

Kolam renang WBG ini langsung dialiri dari mata air pegunungan, sehingga terasa segar dan sejuk. Itu pula yang membuat WBG tidak pernah sepi dari pengunjung. “Tarifnya hanya Rp 3.000 untuk anak-anak, kalau yang dewasa Rp 5.000,” pungkasnya.

Pemanfaatan dana desa untuk pengembangan potensi wisata ini dapat dijadikan contoh bagi desa-desa lainnya di Gresik, khususnya di Pulau Bawean. Dengan begitu, potensi yang dimiliki desa dapat menunjang PADes dan ekonomi warga. (abr)