Kampung Kemasan, Potret Kejayaan Kota Gresik

0
1,799 views
(Foto: BG/Wan)
(Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Kampung Kemasan di Gresik tak hanya sekedar menunjukkan keberadaan sederet bangunan kuno yang syarat nilai sejarah, tapi juga sebagai potret kejayaan Gresik dimasa lampau.

Lokasi Kampung Kemasan tak jauh dari alun-alun Kabupaten Gresik, di Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Gang III, Kelurahan Pakelingan. Merujuk pada Buku Grissee Tempo Doeloe karya Dukut Imam Widodo dkk, pada zaman itu, penghuni Kampung Kemasan dikenal sangat kaya raya.

Gresik—yang dalam ejaan Van Ophuysen ditulis sebagai Grissee—pernah sangat jaya pada masa lalu karena pelabuhannya. Namun, sejak 1911, bersamaan dengan selesainya pembangunan Pelabuhan Soerabaia, masa jaya Gresik surut. Kapal lebih suka berlabuh di Tanjung Perak yang lebih modern.

Salah satu peninggalan masa jaya Gresik itu pula yang tercermin di Kampung Kemasan. Sederet rumah besar yang memberi kesan mewah di masa lalu dengan jendela dan pintunya didominasi warna merah itu seolah memanggil para pecinta sejarah dan budaya untuk berkunjung ke sana.

(Foto: BG/Wan)
(Foto: BG/Wan)

Bangunan di Kampung Kemasan juga mencerminkan dominasi kebudayaan kolonial Belanda. Sedangkan pengaruh kesukuan yang labih minornya adalah kebudayaan Cina. Ciri arsitektur kolonial Belanda di rumah-rumah tinggal di Kampung Kemasan dapat dilihat dari aspek fisiknya.

Sementara ciri arsitektur Cina terlihat pada aspek fisik (ruang dan elemen) dan aspek makna simbolik. Arsitektur Indische Empire Style atau arsitektur Indis adalah gaya srsitektur yang berkembang abad ke-19 di Hindia Belanda, yang dipopulerkan Gubernur Jendral H.W. Daendels (1808-1811).

Arsitektur Indis punya ciri khas yang dapat dikenali dari denah yang simetri penuh. Konstruksi dinding arsitektur ini menggunakan batu bata yang tebal, biasanya satu setengah batu atau 33 cm. Sebagai penyikapan terhadap iklim tropis, bangunan arsitektur Indis memiliki langit-langit yang tinggi.

(Foto: BG/Wan)
(Foto: BG/Wan)

Kemudian, material penutup lantainya terbuat dari marmer. Ciri lain arsitektur Indis adalah keberadaan beranda depan dan beranda belakang. Beranda tersebut terbuka tanpa dinding dan sangat luas. Beranda belakang dan depan yang luas merupakan penyesuaian dengan iklim tropis lembab.

Pada abad ke-19, Kampung Kemasan merupakan permukiman orang-orang Eropa dan pribumi yang mapan dari segi ekonomi. Kawasan itu menjadi basis pedagang pribumi saat itu. Saat ini di Gresik sudah terdata sekitar 350 bangunan kuno dari keseluruhan yang diperkirakan ada 600 bangunan. [wan]