Berburu Rujak Blonyo, Kuliner Langka Khas Pesisir Gresik

1
649 views
Rujak Blonyo, kuliner khas pesisir Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Bicara tentang kuliner khas pesisir Kabupaten Gresik memang tidak ada habisnya. Salah satu kuliner langka khas pesisir yaitu Rujak Blonyo atau sebagian orang menyebut Rujak Kerokan.

Kuliner asli masyarakat pesisir Gresik yang berbahan dasar terung laut ini bisa ditemui hanya pada waktu tertentu. Uniknya lagi, tidak sembarang orang bisa mengolahnya.

Salah satu penjual kuliner berbahan hewan laut ini adalah Hj. Lilik (45) yang terdapat di Jalan Sindujoyo XVI No. 14 Lumpur Gang 2 Gresik. Dalam sehari, kuliner buatannya selalu habis diburu pembeli hanya dalam hitungan jam lantaran banyak masyarakat yang penasaran dengan kuliner langka ini.

“Cari bahan utamanya susah didapat dan tidak selalu ada setiap hari, terutama bahan utama Blonyo atau terung laut segar dari nelayan,” Kata Hj Lilik, Kamis, (22/12/2016).

Rujak Blonyo (Foto: BG/Wan)

Di kesempatan itu, Hj. Lilik dibantu putrinya Fadhilatur Rochma (26) menjelaskan bahan yang dibutuhkan dan cara membuat kuliner unik, khas dan langka ini. Bahan yang dibutuhkan yakni terung laut segar.

Selanjutnya, terung laut tersebut terlebih dahulu dipotong dan dikeluarkan isinya. Kemudian, ditambahkan asam jawa dan cuka, kelapa parut, petis udang, daun kemangi dan bumbu olahan campuran kelapa.

“Untuk prosesnya terung laut mentah yang sudah bersih diberi cuka dan asam jawa kemudian didiamkan sebentar. Setelah itu, campur dengan kelapa parut yang sudah diberi bumbu olahan dengan kemangi. Campurkan Blonyo dengan bumbu kelapa, tambahkan petis udang sesuai selera,” kata Fadhilatur Rochma atau biasa disapa Ayik.

Dalam sehari, Ayik mengaku dagangan ibunya habis dalam hitungan jam di serbu pembeli, dengan harga yang masih terjangkau oleh para pembeli, bahkan bagi kalangan pelajar sekalipun.

“Lapak ibu saya ini buka dari pukul 9 pagi sampai habis, tapi khusus kuliner ini hanya dalam 2 jam atau sekitar jam 11 biasanya sudah habis. Untuk harga sendiri tidak mahal, tergantung yang beli, mau beli berapa, Rp 5.000 kita layani, Rp 10.000 kita layani. Bahkan biasanya anak sekolah beli Rp 3.000 juga dilayani,” Terang Ayik.

Salah seorang pelanggan tetap kuliner unik nan langka ini adalah drg. Bidayatul Hidayah. Dokter gigi ini menilai, kuliner ini mirip makanan Jepang, terung laut dimakan mentah hanya diberi asam jawa dan cuka dalam proses pembuatannya.

“Lebih mirip masakan jepang karena terung laut atau Blonyo dimakan mentah dan rasanya juga enak, ada sensasi kenyal dan licin saat masuk tenggorokan, jadi tidak perlu dikunyah, ditambah parutan kelapa dan petis udang tambah gurih,” kata Hidayah.

Bagi yang tertarik untuk merasakan sensasi kuliner khas pesisir ini, pastikan dulu bahwa kuliner langka ini ada dengan mendatangi lapak jualannya, sebab bahan untuk membuatnya tidak selalu ada. (wan)

  • Nyi PeDe

    penasaran, pasti enak ini.