Ngopi Sambil Diskusi di Kota Seribu Warung Kopi

0
53 views
Payung warna warni di Cafe Jangkrik Bos, Gresik. (Foto: BG/Amn)

BeritaGresik.com – Merebaknya warung kopi di berbagai sudut kota membuat Gresik tak hanya di kenal sebagai kota para Wali, tapi juga kota seribu warung kopi. Hampir setiap warung kopi yang dijumpai seperti tak pernah sepi dari pengunjung.

Seiring menjamurnya cafe yang memanfaatkan lahan kosong di Gresik dalam setahun terakhir, makin mudah pula bagi kaula muda di Gresik mencari tempat nongkrong. Pemandangan itu seperti terlihat di jalan Tambang yang menhubungkan perumahan GKB dengan perumahan GKA.

Dulu, kawasan tersebut menjadi tempat warga membuang sampah sembarangan. Tapi sejak akhir 2016, kawasan tersebut sudah mulai berdiri deretan warung-warung yang dijadikan cafe.

Salah satu cafe yang berdiri di lokasi itu yakni cafe Jangkrik Bos milik Fanani (50). Sejak dibuka November 2016 lalu, cafe milknya tak pernah sepi dari para penikmat kopi. Mereka sambil diskusi di tempat itu. Tempatnya yang terbuka membuat para pengunjung yang ngopi di situ lebih enjoy.

Suasana di Cafe Jangkrik Bos. (Foto: BG/Amn)

“Memang jumlah pengunjung yang menikmafi aneka minuman, khususnya kopi, tidak seramai saat awal buka.
Dulu saat cafe ini dibuka, tiap malamnya bisa memperoleh Rp 3 juta, sementara pada malam Minggu, mencapai Rp 6 juta. Saat ini rezeki tetap ada meskipun tidak seramai dulu,” kata Fanani.

Cafe tersebut mulai buka sejak pagi hingga dini hari. Ternyata, para pengunjung cafe tidak hanya berasal dari Gresik saja, tapi ada juga yang berasal dari kota dan kabupaten lain di Jawa Timur, seperti dari Surabaya, SIdoarjo dan Lamongan.

“Di sepanjang jalan ini mas, dulu saya yang pertama membuka tempat nongkrong anak muda yang di model seperti cafe dan terbuka,” ujar mantan kontraktor tersebut.

Imam Basuki, pengunjung cafe asal Gresik kota mengaku jika dirinya memang sering berkunjung di cafe ini. “Saya sering membawa tamu saya ke sini sambil menikmati hangatnya kopi, juga bisa berdiskusi tentang pekerjaan,” tutur Imam.

Menurut dia, saat ini dirinya tidak usah jauh-jauh pergi ke Surabaya untuk menikmati kopi dan menemukan tempat ningkrong yang enjoy, sebab kini di Gresik ada banyak pilihan tempat nongkrong yang nyaman dan aman.

Sentara Firadusi, perempuan yang saat ini nongkrong bersama enam orang temannya mengaku senang dengan banyaknya cafe di Greaik. “Kita ke cafe kan bisa melepas kepenatan setelah seharian bekerja. Saya seminggu sekali pasti bersama teman nongkrong di sini,” kata cewek yang biasa disapa Fira.

Cahaya lampu dan suara musiknya yang kalem dirasa sangat nyaman untuk melepas dari kepenatan. Perempuan yang bekerja di perusahaan swasta tersebut berharap adanya cafe yang di kelola dengan baik ini bisa menghilangkan stigma negatif tentang warung kopi remang-remang.

“Pemerintah harus berani menindak warung atau cafe yang bisa merusak citra Gresik,” kata wanita berjilbab itu. (amn/as)