Kaleidoskop 2016: Warga Nantikan RS Senilai Rp 25,5 Miliar

0
287 views
RS Umar Mas’ud Sangkapura di Pulau Bawean, Gresik. (Foto: Dok. BG)

BeritaGresik.com – Harapan warga di Pulau Bawean, Gresik, untuk bisa dilayani di RS Umar Mas’ud Sangkapura belum juga terealisasi hingga penghujung tahun 2016. Padahal, rumah sakit tipe D tersebut sudah diresmikan sejak Desember 2014 silam.

Akibatnya, masyarakat setempat tetap harus menempuh perjalanan laut maupun udara hingga sejauh 120 kilometer atau sekitar 80 mil untuk mendapat pelayanan medis yang memadai di beberapa rumah sakit yang ada di wilayah Gresik daratan.

Itu pun jika tidak terkendala dengan cuaca buruk atau gelombang tinggi di laut Jawa, sehingga beberapa kapal yang biasanya melayani penyeberangan Bawean-Gresik dan sebaliknya, kerap berhenti beroperasi.

Sementara, transportasi udara melalui Bandara Harun Thohir juga masih sangat terbatas. Selain memang hanya melayani penerbangan dua kali dalam seminggu, minimnya kapasitas penumpang pesawat tersebut masih kerap menjadi kendala.

Taruhannya, keterlambatan penanganan medis karena kendala faktor di atas masih sering dirasakan warga di Pulau Bawean. Situasi tersebut tanpaknya masih akan terus dirasakan warga setempat selama tidak ada pelayanan medis yang memadai.

RS Rasa Puskemas

Berdirinya bangunan rumah sakit tipe D di pulau berpenduduk sekitar 70 ribu jiwa itu dua tahun lalu sempat menumbuhkan harapan besar warga setempat untuk bisa merasakan pelayanan medis memadai. Namun, hingga kini belum juga terealisasi.

Sejak diresmikan dua tahun lalu, RS Umar Mas’ud langsung memberikan pelayanan medis. Namun, RS yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 25,5 miliar itu sampai saat ini hanya memberikan pelayanan setingkat puskesmas, dengan fasilitas terbatas.

Karena itu, pasien dalam situasi gawat darurat tetap harus dirujuk ke RS yang ada di Gresik daratan, khususnya bagi mereka yang harus dilakukan operasi bedah. Alasannya, keterbatasan alat kesehatan (alkes) dan SDM seperti dokter spesialis. (as)