Dinkes Gresik: RS Umar Mas’ud Terkendala Moratorium PNS

0
389 views
RS Umar Mas’ud di Pulau Bawean, Gresik. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sudah beberapa kali menjanjikan peningkatan fungsi pelayanan RS Umar Mas’ud di Pulau Bawean dari saat ini setingkat puskemas menjadi RS tipe D.

Terakhir, janji itu diungkapkan Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim saat berkunjung ke Pulau Bawean, Mei 2016 yang lalu. Saat itu, Wabup menyatakan akan meningkatkan sarana dan prasarana di RS Umar Mas’ud.

“Dalam peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat Bawean, Pemkab Gresik nantinya akan menyiapkan alat kesehatan yang memadai, dan kami kirim dokter ahli untuk melayani masyarakat Bawean,” kata Qosim.

Namun, hingga penghujung tahun 2016, belum terlihat ada progres apapun terkait upaya peningkatan sarana kesehatan maupun penguatan kelembagaan RS yang sangat dinantikan masyarakat Bawean.

Menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, Nurul Dholam mengatakan, ada beberapa kendala yang dihadapi Pemkab Gresik, sehingga RS Umar Mas’ud belum bisa difungsikan sebagai RS tipe D seperti yang direncakan.

Kendala yang paling utama, kata Dholam, SDM fungsional, khususnya tenaga dokter spesialis yang definitif (6 bidang spesialis) dan tenaga pendukung lainnya. Itu terjadi karena adanya kebijakan pemerintah tentang moratorium rekrutmen PNS baru.

“Hal tersebut dikarenakan kebijakan moratorium pemerintah untuk tidak rekruitmen PNS baru, sehingga mempengaruhi proses ijin operasionalnya (RS Umar Mas’ud),” kata Dholam kepada BeritaGresik.com, Sabtu (31/12/2016).

Ia belum bisa memastikan apakah pada 2017 mendatang RS tipe D itu sudah bisa beroperasi. Semua itu, terang Dholam, tergantung pada kebijakan pemerintah, khususnya terkait rekrutmen PNS baru, khususnya pegawai dokter spesialis.

“Tapi kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes probinsi untuk mengusahakan adanya pelayanan spesialis oleh dokter program pendidikan spesialisnya RS dr Sutomo Surabaya yang masih dalam proses. Mudah-mudahan berhasil,” ujarnya. (abr)