Resmikan Gedung UGD RS Ibnu Sina, Sambari: Jangan Sampai Telantarkan Pasien

0
23 views
Bupati Gresik Sambari Halim didampingi Wabup Gresik Moh. Qosim dan Ketua DPRD Gresik Abdul Hamid saat meresmikan Gedung UGD RSUD Ibnu Sina. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Setelah dilakukan pembangunan secara bertahap, Gedung Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina Gresik diresmikan bersamaan perayaan hari ulang tahunnya yang ke-42, Selasa (29/8/2017).

Peresmian gedung UGD ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sambari dan pemotongan pita oleh Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Ibu Maria UIlfa Sambari, serta pelepasan merpati dari depan pintu  masuk gedung UGD terpadu.

Sambari mengatakan, peresmian kali ini terasa istimewa karena bersamaan dengan perayaan ulang tahun RSUD Ibnu Sina. “Saya berharap dengan usia yang matang ini, RS Ibnu Sina bisa memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Sambari.

Mengutip lirik lagu hymne RSUD Ibnu Sina bahwa pasien adalah nomer satu, Sambari mengingatkan jika pasien adalah yang utama. “Jangan sampai menelantarkan pasien. Jangan sampai pasien banyak antri menunggu tapi dokternya tidak ada,” tegas Sambari.

Sementara itu, Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik, Endang Puspitowati kepada kabag Humas Suyono mengatakan, setelah pembangunan gedung baru ini ada penambahan jumlah tempat tidur (TT).

“Awalnya dulu hanya 232 tempat tidur, setelah penggunaan gedung UGD terpadu dan rampung gedung VIP saat ini menjadi 328 tempat tidur. Pada tiga bulan ke depan, RS Ibnu Sina akan naik kelas dari RS type B non pendidikan menjadi RS type B pendidikan,” jelas Endang.

Pembangunan RS Ibnu Sina dilaksanakan dalap tiga tahap. Tahap I dilaksanakan pada 2014, tahap II pada 2015 dan tahap III pada 2016. Gedung UGD terpadu ini terdiri atas 4 lantai, lantai I digunakan untuk IGD, bank darah, laboratorium dan farmasi. Lantai II dipakai sebagai Rawat Inap kelas III.

Kemudian, lantai III digunakan untuk NICU dan ruang bersalin. Sedangkan lantai IV untuk ruang operasi. Pembangunan gedung ini senilai Rp 92 miliar dari nilai pagu sebesar Rp 112 miliar dari dana APBD. Pembangunan dilaksanakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya dan PT Sasmita. (sdm/as)