38% Warga Gresik Belum Miliki Jamban Sehat

0
34 views
Bupati Sambari saat memberikan sambutan dalam acara FGD yang digelar Dinas Kesehatan Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Untuk percepatan tercapainya 100% sanitasi lingkungan di Kabupaten Gresik, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memerintahkan jajarannya untuk mengecek kembali keberadaan rumah tidak berjamban atau yang masih buang air besar (BAB) sembarangan.

Kendati berdasarkan laporan dari pihak Dinas Kesehatan Gresik menyatakan 62% masyarakat Gresik memiliki jamban sehat, namun Sambari tak mau percaya begitu saja. Ia menekankan agar semua OPD mengecek lagi kebenaran data tersebut.

“Saya menugaskan semua OPD untuk bersinergi mewujudkan percepatan agar seluruh masyarakat Gresik punya jamban sehat,” tegas Sambari saat membuka Focus Group Discussion bertajuk mewujudkan desa Open Defecation Free (ODF) dengan akses 100% di Ruang Mandala Bakti Praja, Kamis (21/12/2017).

Dia juga menyatakan, untuk mendukung program 100 0 100, maka sampai akhir tahun 2020, yakni pada akhir masa baktinya, Pemerintah Kabupaten Gresik sudah bisa membangun 914 sumur yang akan ditempatkan pada setiap dusun.

“Saya berharap sumur ini bisa dikelola dengan baik untuk mencukupi kebutuhan air bersih untuk masyarakat,” ucapnya.

Dalam acara FGD ini, Dinas Kesehatan Gresik mengundang para kepala desa dan lurah dari 226 desa dan kelurahan yang ada di 13 Kecamatan yang belum berjamban sehat. Mereka didampingi oleh Camat, Danramil, Kepala Puskesmas pembantu masing-masing desa.

Menyikapi masih adanya desa yang tidak berjamban sehat, Kepala Dinas Kesehatan Gresik Nurul Dholam melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Suyono mengatakan, ada tiga faktor penyebab masyarakat tidak berjamban sehat, yaitu masalah ekonomi, keterbatasan lahan dan masalah perilaku yang bersangkutan.

Menurut Dholam, pihaknya mengundang unsur OPD terkait untuk memberikan ketegasan bahwa daana desa bisa dugunakan membangun jamban keluarga. “Tentu saja mekanisme pembangunannya diatur oleh masing-masing desa misalnya kepada KK yang sangat miskin,” ujarnya.

Dia mengingatkan, bahwa keberadaan rumah tanpa jamban sehat penting menjadi perhatian, karena banyak dampak yang ditimbulkan ketika masyarakat buang air besar sembarangan. “Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan,” terang Dholam.

Sementara Camat Gresik Nurul Puspita Wardani saat mendampingi diskusi para kades dan lurahnya mengatakan, di wilayahnya ada 8 kelurahan dan 2 desa yang masih ada warganya tidak berjamban sehat. Hal itu karena beberapa wilayah tersebut dilewati kali (sungai kecil).

Selain itu, kerena kondisi ekonomi dan keterbatasan lahan. Sedangkan yang lain karena memang perilaku. “Misalnya saja ada 10 Rumah di kecamatan Sukorame, 6 di antaranya termasuk warga mampu. Mereka tidak mau membangun jamban sehat dan lebih memilih mengalirkan ke kali.

“Sesuai kebijakan pemerintah, maka semua aliran jamban rumah tangga yang menuju ke kali akan ditutup. Sementara 4 KK yang masuk dalam kategori miskin akan kami upayakan dari bantuan dana CSR BUMN yang ada di wilayah Kecamatan Gresik,” tegas Nurul. (as)