AMP Extension page

Angka Kematian Ibu Melahirkan di Gresik Terbanyak dari Bawean

Lokakarya percepatan penurunan angka kematian ibu melahirkan dan anak di Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bertekad untuk menekan angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan di Kabupaten Gresik.

Itu disampaikan Sambari dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Indah Sofiana pada lokakarya bertajuk “Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi” di Ruang Puteri Mijil Kompleks Pendopo Bupati Gresik, Selasa (21/11/2017).

Menurutnya, tinggi rendahnya kematian ibu melahirkan dan anak merupakan salah satu indikator keberhasilan program kesehatan. Kesehatan ibu dan balita dikatakan skala prioritas paling utama program pembangunan di Kabupaten Gresik.

Kepala Dinas Kesehatan Gresik Nurul Dholam mengatakan, angka kematian ibu dan anak di Gresik lebih rendah dibanding rata-rata regional Jawa Timur maupun nasional. Jumlah ibu meninggal saat melahirkan menurun dalam tiga tahun terakhir.

Dholam menyampaikan, pada 2015 ada 19 ibu meninggal saat melahirkan. Jumlah itu menurun menjadi 17 ibu meninggal saat melahirkan pada tahun 2016. Kemudian,  sampai November 2017 jumlah ibu yang meninggal melahirkan mencapai 15 orang.

“Jumlah terbanyak ibu meninggal berasal dari Pulau Bawean, yaitu sebanyak 5 orang. Semoga dengan beroperasinya rumah sakit yang baru di pulau tersebut akan menekan jumlah ibu dan bayi meninggal sampai pada titik nol,” kata Nurul Dholam.

Selain ibu meninggal saat melahirkan, Dholam juga menyebutkan jumlah bayi meninggal saat dilahirkan. Pada tahun 2015 terdapat 73 bayi meninggal, tahun 2016 71 bayi meninggal dan sampai November 2017 ada 95 bayi meninggal.

“Berbagai kasus yang menyebabkan ibu dan bayi meninggal yaitu bayi premature sehingga beratnya rendah dan gagal napas, infeksi, keterlambatan penanganan/lambat ke UGD, menentukan keputusan pada ibu yang beresiko tinggi (risti) saat melahirkan,” terangnya.

Dholam berharap komitmen bersama dan lintas sektoral untuk menekan angka kematian ibu dan anak. “Peran insfratruktur juga penting misalnya kemacetan rusaknya jalan dan lain sebagainya yang membuat keterlambatan mencapai rumah sakit,” jelasnya.

Beberapa upaya yang dilakukan Pemkab Gresik untik menurunkan angka kematian ibu dan anak, yaitu meningkatkan anggaran kesehatan, peningkatan pelayanan kesehatan dan membangun berbagai sarana dan prasarana kesehatan. (sdm/as)

No Response