6 Aturan Memakai Celana Dalam yang Sehat Bagi Wanita

0
645 views

BeritaGresik.com – Karena digunakan atau dipakai tiap hari, kerap kali orang tak peduli dengan beberapa hal mengenai pakaian hingga aturan pakainya. Termasuk juga soal memakai celana dalam oleh kaum wanita.

Padahal, efek kesalahan pemakaian pakaian atau celana dalam bisa sangat beragam dan tak sedikit memunculkan efek negatif. Misalnya orang yang sering salah lantaran menggunakan celana dalam yang tidak menyerap keringat pada saat berolahraga.

Padahal kondisi ini sangat ideal untuk kuman berkembang biak dan menyebabkan infeksi. Berikut beberapa aturan penggunaan celana dalam untuk wanita seperti disarikan dari Health.

Biarkan organ intim bernapas

Tak sedikit perempuan yang gemar mengenakan celana dalam ketat untuk jangka waktu yang lama. Padahal, cara tersebut adalah cara yang tak sehat untuk vagina lantaran bisa membatasi aliran udara. Jadi bukan hanya ketat tidak ketat saja, tetapi juga pemilihan bahan celana dalam.

“Bahan katun adalah yang paling baik karena membuat organ intim bisa bernapas,” kata Melissa Goist, MD ahli kandungan dari The Ohio State University Wexner Medical Center. “Bahan sintetik cenderung menahan basah. Jadi besar kemungkinan akan menyebabkan iritasi.”

Gunakan detergen yang aman untuk kulit

Dari semua jenis pakaian yang dipakai, celana dalam adalah yang paling sering dan lama melekat ke tubuh. Karenanya sangat penting untuk selalu mencuci celana dalam dengan bahan yang paling lembut.

“Saya suka detergen yang sifatnya hipoalergenik yaitu yang memang dibuat untuk kulit yang sensitif dan bebas dari parfum yang dimasukkan ke pembilas,“ kata Dokter Piliang.

Anda juga sebaiknya menghindari penggunaan pemutih untuk mencuci celana dalam. “Bukan hanya akan merontokkan serat pakaian dalam lebih cepat, tapi juga bisa membuat Anda terpapar zat kimia yang berinteraksi dengan bahan elastik dan kemudian menyebabkan reaksi alergi di kulit.”

Ganti teratur

Sudah pasti siapapun sepakat dengan aturan ini. Celana dalam harus diganti, bukan hanya tiap hari melainkan ketika kondisi terasa basah. Semisal usai olahraga, terutama jika Anda cenderung mudah kena infeksi.

Batasi penggunaan thong

Berdasarkan bentuk alami desainnya, celana dalam jenis thong bisa secara mentransmisikan bakteri dari usus besar ke vagina. Hal ini diungkapkan Dokter Goist usai melakukan penelitian terkait celana dalam.

“Potensi ini akan mengganggu hidup bakteri normal dan bahkan menyebabkan infeksi vagina dan saluran kemih,” katanya.

Pelajari noda yang tertinggal

Jangan berpikir ini adalah hal yang jorok. Karena dari noda yang tertinggal di celana dalam, sebenarnya Anda bisa diketahui banyak tentang kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Tahu kapan harus melepaskan

Ada beberapa ahli yang mengatakan memang ada saatnya Anda harus melepaskan celana dalam. “Saat tidur malah disarankan,” kata Dokter Goist. [cnn/as]