Bakteri Purba Diyakini Bisa Perpanjang Usia Hingga 1 Abad

0
540 views

Kita perlu meneliti bagaimana bakteri ini mencegah penuaan. Saya pikir sains sudah seharusnya dikembangkan seperti ini”Anatoli Brouchkov

BeritaGresik.com – Meksi telah ditemukan sekitar lima tahun silam, nama bakteri Bacillus F belakangan mencuat lantaran seorang ilmuwan Rusia nekat menyuntikkan tubuhnya dengan bakteri purba itu demi awet muda dan hidup abadi.

Dari penelitian yang sudah dilakukan oleh tim ilmuwan terhadap Bacillus F, mereka meyakini bahwa bakteri seumur 3,5 juta ini mampu menciptakan sistem kekebalan yang spesifik dan mampu memperpanjang masa hidup sel tubuh.

Setidaknya percobaan itu diklaim berhasil pada kawanan tikus dan lalat. Bagaimana dengan manusia?

Dari situs Dailymail, tim ilmuwan mengklaim bahwa Bacillus F mampu mengawetkan masa hidup manusia hingga 100 sampai 140 tahun. Klaim tersebut mengacu pada eksperimen yang dilakukan terhadap tikus dan lalat.

Tim ilmuwan sempat mencoba menyutikkan tikus dan lalat menggunakan bakteri itu. Benar saja, mereka lebih sehat dan hidup lebih lama dari pasangannya yang sengaja tidak disuntik dengan bakteri. Para tikus betina tua pun bisa kembali reproduksi.

Pemimpin penelitian Nadezhda Mironovoa dari Institute of Chemical Biology and Fundamental Medicine Academy of Sciences of Russia menjelaskan, timnya memantau kelompok tikus yang masa hidupnya rata-rata 589 hari.

“Kemudian kami menyuntikan kelompok tikus yang lain dengan Bacillus F di otot mereka dengan perpanjangan hidup kira-kira 308 hari. Tikus yang tidak kami suntik benar-benar mati seat,” terang Mironovoa.

Dia melanjutkan, kelompok tikus yang disuntik oleh Bacillus F bisa bertahan hidup rata-rata sampai 906 hari.

Bakteri Bacillus F ditemukan dalam keadaan beku di lapisan bawah permukaan tanah penuh es Gunung Mamontova di Yakutia/Sakha Republic, Siberia.

Anatoli Brouchkov, ilmuwan yang nekat menyuntikan tubuhnya pakai Bacillus F menuturkan, “Kita perlu meneliti bagaimana bakteri ini mencegah penuaan. Saya pikir sains sudah seharusnya dikembangkan seperti ini — apa yang membuat mekanismenya terus hidup dan bagaimana manusia memanfaatkannya,”  tuturnya.

Sejauh ini, Brouchkov merasa ia tidak terserang flu selama dua tahun setelah menyuntikkan Bacillus F ke tubuhnya. Ia juga mengaku bisa bekerja dalam kurun waktu yang cukup lama, alias lebih energik. [cnn/abr]