Gaya Pacaran Anak Zaman Now, Yang Begitu Wow…

Damas Tsaniyah Min Rohmatillah

DI ZAMAN Now ini mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan istilah pacaran. Hampir semua kalangan mengetahui istilah pacaran, mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa. Hal tersebut disebabkan oleh kemajuan teknologi informasi di era moderenisasi ini yang menjadikan istilah pacaran itu menyebar luas ke seluruh masyarakat dengan cepat tanpa ada pembatasan dalam pengambilan informasi tersebut. Sehingga dengan tidak adanya pembatasan ini lah yang menjadikan anak-anak dan remaja penerus bangsa dengan mudah mengetahui suatu hal baru yang seharusnya mereka belum boleh mengetahuinya.

Dikalangan Remaja istilah pacaran merupakan hal biasa, karena mungkin banyak yang menganggap bahwa usia remaja merupakan usai yang sudah bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk dalam memilah informasi. Padahal pada masa tersebut, merupakan masa dimana seseorang itu masih labil yaitu bisa dengan mudah terpengaruh oleh arus yang ada. Sehingga banyak remaja yang salah jalan di karenakan salah mempresepsikan informasi yang ada. Tetapi tidak semua remaja menganggap seperti itu ada juga yang menganggap bahwa pacaran merupakan suatu hal yang harus di jahui dan suatu perbuatan yang dosa jika di lakukan. Hal itu akan di tegak oleh orang-orang yang memiliki keimanan dan kepercayaan terhadap suatu hal yang di larang dan dibenarkan oleh agama. Tergantung setiap individunya.

Mungkin sekarang ini kalian sering menemui orang pacaran di manapun kalian berada, apalagi di tempat tempat-tempat umum seperti taman, tempat rekreasi, mal, supermarket dan lain sebagainya, yang lebih parah lagi banyak kaum muda yang pacaran di tepi jalan atau. Sebenarnya hal tersebut tidak masalah karena tempat tersebut merupakan temapt umum, tetapi hal yang menjadi sebuah permasalahn adalah prilakunya (gaya pacaran). Karean gaya pacaran zaman now yang sering para remaja lakukan saat ini itu sangat bisa dikatakn WOW, hal tersebut akerna mereka mencontoh gaya pacaran buadaya barat, dimana mereka berani bermesraan, bergandengan tangan, berpelukan di tempat umum.Bahkan ada juga yang berani berciuman di tempat umum.

Hal-hal diatas bukan merupakan pencerminan budaya kita. Tidak hanya itu saja, gaya pacaran zaman now yang begitu WOW itu memiliki dampak yang buruk bagi orang yang melihat atau orang yang melakukan, dari prilaku tersebut dapat memberikan pengaruh atau contoh yang buruk bagi orang yang melihat. Karena orang yang melihat tingkah laku tersebut tidak hanya orang dewasa, tetapi juga ada anak-anak yang usianya masih di bawa umur belum bisa memilah informasi sehingga bisa saja mencontoh prilaku tersebut.

Tidak hanya dengan melihat secara langsung tetapi juga melalui social media, yang dapat memberikan pengaruh remaja zaman now mencontoh gaya pacaran masyarakat di luaran sana. Gaya pacaran yang WOW tersebut sudah hampir remaja atau anak-anak mengetahuinya dan bahkan juga mencontohnya kerena dianggap hal tersebut merupakan hal yang wajar dalam pacaran. Bahkan prilaku tersebut tidak hanya terjadi di area ibu kota dan kota kota besar saja tetapi juga di kota kota kecil.

Salah satu cerita yang menunjukan bahwa gaya pacaran berlebih (Kebarat-baratan) juga sudah mempengaruhi anak-anak yang dibawah umur. Cerita ini berasal dari hasil wawancara saya terhadap salah satu anak sd di desa daerah salah satu kota di Jawa Timur. Diama anak tersebut menceritakan bahwa ada bebarap teman sekolahnya yang berpacaran hingga ada yang berciuman di tempat umum di area sekolahnya dan beberapa siswa lainnya sudah ada yang melaporkan ke gurunya tetapi tidak ada respon dari pihak guru. Dari kejadian tersebut bisa terlihat bahwa keadaan generasi mudah kita semakin mengalami kemerosotan moral dan dari tindakan guru tersebut yang acuh juga menunjukan bahwa masyarakat lain kurang peduli bahkan tidak peduli dengan hal-hal tersebut. Padahal generasi mudah merupakan calon penerus bangsa. Seharusnya tidak hanya dari pemerintah saja yang bertindak mengatasi masalah tersebut tetapi semua masyarakat Indonesia.

Apabila seluruh masyarakat Indonesia tidak mau mencegah hal tersebut dan dari pihak generasi mudah juga tidak memiliki kesadaran sendiri maka kita akan di jajah labih dalam oleh budaya luar yang akan memperburuk kondisi bangsa indonesai.
Sebenarnya banyak kasus-kasus yang berhubgan dengan dampak dari gaya pacaran berlebih tersebut, dari tahun ketahun kasus tersebut mengalami kenikan. Beberapa kasus yang sering muncul di masyarakat kita mengenai dampak dari gaya pacaran yang berlebihan beragam mulai dari kasus yang ringan hingga kasus yang berat ada yang dibawah kerana hukum. Kasus yang sering kita dengar di televise yang terkait dengan “pacaran” antara lain depresi (gila), bunuh diri, hamil di luar nikah, aborsi, pembunuhan dan lain sebaginya.

Mengapa kasus-kasus tersebut sangat banyak kita temui disebabkan karena lingkungan pergaulan yang mungkin kurang kita waspadai. Sehingga dari pergaulan yang bebas tersebut menjadikan suartu pengaruh yang buruk bagi prilaku kita kedepannya.

Menurut pendapat saya jika generasi mudah indonesai banyak mengalami hal tersebut maka besar kemungkinan Indonesia akan mengalami kerusakan moral. Padahal moral merupakan suatu warisan leluhur yang menjadi ciri dan salah satu aspek untuk memajukan bangsa indonesai.

Untuk mengatasi hal tersebut dari sudut pandang saya sebagai anak remaja zaman sekarang,dalam mengatasi masalah tersebut di mulai dari pihak sekolah , dimana pihak sekoalah seharusnya memberikan program penyuluhan kepada siswa dan siswi dengan memberikan pelajaran tambahan di bidang pendidikan moral dan karekter, selain itu juga pihak sekoalah menambah pendalam meteri tentang agama sehingga generasi mudah itu dapat selalu ingat bahwa apa yang mereka lakukan itu tidak sesuai dengan moral, etika dan juga agama. Dan setiap kali apa yang di perbuat itu pasti akan di lihat oleh Tuhan. Dengan memningkatkan pendidikan spiritual insyaallah etika dan moral seseorang akan meningkat. Dalam program tersebut siswa tidak hanya diberikan materi tentang etika dan moral tetapi dalam program tersebut bisa dengan cara mendatangkan narasumber yang pernah mengalami dampak buruk dari pacaran tersebut sehingga mereka tau secaranyata. *

Damas Tsaniyah Min Rohmatillah, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universita Muhammadiyah Malang, asal Desa Sungunlegowo, Bungah, Kota Gresik

No Response