Berkat Maulid Buat Paiman

0
588 views
Maulid Nabi di Pulau Bawean. (Foto: Dok. BG)
Maulid Nabi di Pulau Bawean. (Foto: Dok. BG)

DIA memang bukan penganut agama yang baik, setidaknya menurut penilaian orang-orang kampung tentang kesholehan seseorang.

Ia hanya seorang pendatang di pulau ini, Bawean, yang belum juga mampu membikin rumah layak huni, setelah hampir setengah abad ia menghuni pulau ini dengan segala rupa kerja serabutan dilakoni.

Tetapi lelaki itu, Paiman, punya keinginan yang – menurut hemat saya – tidak sederhana: menjadi lelaki yang baik untuk istri dan tiga anaknya.

Sekarang menjelang bulan maulid. Bulan agama. Bulan yang mewah buat muslim Bawean, berikut ragam kemewahan ornamen bingkisan – yang dinamai Berkat itu – demi mengenang kelahiran sang Nabi, yang mesti dibagi satu sama lain. Dari masjid ke masjid. Dari musholla ke musholla. Antar keluarga. Antar warga.

Tetapi agama memang satu hal, dan manusia adalah hal lain yang diberkati akal untuk senantiasa berhitung, menakar dan menimbang.

Maka sudah sewajarnya Paiman puas dengan hanya menjadi saksi akan kebanggaan mereka yang dianugerahi Berkat mewah nan megah. Dilihatnya ada blender pembuat jus buah, lengkap dengan buah-buahannya yang segar dan mahal pula.

Ada kulkas mini merk terkenal terkitat erat oleh tali rafia di atas ember berbunga telur warna-warni. Entah berisi apa lagi kiranya di balik barang-barang yang melingkar padat pada sisi terluar ember Berkat itu.

Bagaimana rasanya membawa ember itu ke rumahnya yang telah reyot oleh lahapan rayap pada dinding bambu yang menua, melepas tali-tali rafia itu bersama istri dan anak-anaknya di sana. Hmmm…

Ia bangga telah memiliki angan-angan itu. Ia berterimakasih pada Tuhan. Alhamdulillah, gumamnya, kampung saya telah begitu meriah berkat bulan dimana baginda Rasul dilahirkan. [Alif]