Surplus Beras, Gresik Defisit Daging dan Kedelai

0
283 views
Rakoor Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Gresik.
Rakoor Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Gresik, Rabu (29/6/2016).

BeritaGresik.com – Kabupaten Gresik mengalami surplus untuk produksi beras dan jagung. Namun di disi lain, Kota Santri ini mengalami defisit di sektor produksi komoditi daging dan kedelai.

Itu mengemuka dalam rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Gresik yang berlangsung di Ruang Rapat Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik, Rabu (29/6/2016).

Rapat Dewan Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Gresik diikuti oleh seluruh Camat selaku anggota Dewan Ketahanan Pangan diwilayah kecamatan masing-masing, serta beberapa kepala SKPD.

Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim memaparkan, komoditi beras dan jagung di Gresik mengalami surplus. Produksi beras mencapai 133.680,47 ton, surplus 87.662,22 ton. Lalu, produksi jagung mencapai 46.048,10, surplus 45.736,53 ton.

Sedangkan komoditi kedelai dan daging mengalami defisit. Produksi kedelai sampai Mei 2016 hanya 106,48 ton atau defisit 425,48 ton. Lalu produksi daging sesuai data bulan Maret 2016 hanya 430 ton, hingga mengalami defisit 91,51 ton.

Meski di wilayah Gresik belum dijumpai ada yang masuk dalam kategori rawan pangan, namun Wabup Qosim berharap kepada camat serta seluruh anggota DKP Gresik untuk selalu memantau.

”Laporkan dan segera berkoordinasi dengan Kantor Ketahanan Pangan apabila Anda menemukan indikasi penduduk di suatu wilayah Anda yang terindikasi rawan pangan,” kata Qosim.

Tentang defisit produksi daging dan kedelai, Kepala Kantor Ketahanan Pangan yang sekaligus sekretaris DKP Gresik Wasti Andari mengatakan, dua komoditi tersebut memang tidak terlalu diunggulkan di Kabupaten Gresik.

Menurut dia, para pengrajin tempe tahu Gresik menggunakan kedelai impor. “Kami juga menanamkan pemahaman tentang diversifikasi pangan dengan mengganti konsumsi daging menjadi ikan,” ujarnya. (as)