145 Hektar Lahan Padi di Gresik Tak Masuk Asuransi

0
471 views
Bupati Gredik Sambari Halim Radianto saat panen raya.
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat melakukan panen raya.

BeritaGresik.com – Sebanyak 145 hektar lahan padi di wilayah Kabupaten Gresik tidak didaftarkan ke asuransi pertanian. Penyebabnya, lahan pertanian seluas itu kerap diterjang banjir yang dipicu oleh luapan Kali Lamong dan Kali Surabaya.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (DPPK) Gresik, Agus Djoko Walujo mengungkapkan, lahan pertanian padi di wilayah Gresik Selatan itu tidak dapat diasuransikan. Sebab, di wilayah itu kerap terjadi genangan air.

“Karena lahan-lahan padi itu menjadi langganan banjir, makanya sulit untuk didaftarkan ke asuransi. Karena pengelola asuransi tidak mau merugi akibat terus menekori,” katanya kepada BeritaGresik.com, Rabu (30/3/2016).

Lahan pertanian padi yang sulit untuk didaftarkan ke asuransi itu berada di Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Menganti, Kedamean dan Kecamatan Deiyorejo. Tahun ini saja daerah itu sudah empat kali terendam air.

Agus menjelaskan, saat ini ada program dari Kementrian Pertanian terkait asuransi lahan padi. Asuransi Usaha Padi Tani (AUPT) itu merupakan program yang digagas Kementan sejak tahun lalu untuk mewujudkan petani mandiri.

Melalui asuransi itu, para petani cukup membayar premi sebesar Rp36.000 per hektare sekali tanam. Pemerintah memberikan subsidi Rp144.000 per hektar sekali tanam, sehingga premi yang ditanggung petani sangat kecil.

Dengan asuransi, petani bisa mengklaim Rp6 juta per hektar bila gagal panen. Kriterianya yakni gagal panen akibat banjir, kekeringan, serta serangan hama. Jumlah itu lebih besar ketimbang bantuan padi puso Rp3,2 juta per hektar.

“Ini yang membuat kami akan sulit. Jadi lahan 145 itu tidak bisa daftar ke Jasindo karena kerap terkena banjir. Makanya, kami tidak bisa berbuat apa-apa akibat penolakan pihak asuransi. Tapi, kami akan mencari perlindungan lainnya,” ujarnya.

Agus menambahkan, dalam setahun ini Pemkab Gresik menargetkan mendaftarkan 1 juta hektar lahan padi ke AUPT. Dengan jumlah itu, Gresik menjadi daerah terbesar di Jawa Timur yang lahannya didaftarkan asuransi Jasindo. (wan)