Sosialisasi “Smelter” Freeport di Gresik Tuai Protes

0
773 views

BeritaGResik.com – Sosialisasi analisis dampak lingkungan (Amdal) terkait rencana pabrik “Smelter” PT Freeport Indonesia di Kabupaten Gresik, menuai protes dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang hadir.

Protes disampaikan saat perwakilan PT Freeport selesai memaparkan beberapa analisis keberadaan pabrik Smelter atau pabrik pengelola dan pemurnian mineral di Desa Romoo dan Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Selasa (29/9).

Manager Penelitian LSM Ecoton Daru Setyorini mengatakan, protes disampaikan karena sejak awal pihaknya menolak keberadaan Freeport di Gresik. Mereka mengaku khawatir adanya dampak lingkungan yang diakibatkan pabrik tersebut.

“Namun apabila pemerintah kukuh memberikan izin, kami memberikan beberapa persyaratan, yakni paling tidak standar yang digunakan harus sama dengan yang ada di Amerika,” kata Daru usai kegiatan sosialisasi di Gresik.

Sementara itu, Vice President Environmental PT Freeport Indonesia, Andi Mukhsia mengatakan, sosialisasi ini merupakan rangkaian kegiatan proses izin Amdal. Sebab, sebelumnya PT Freeport Indonesia sudah melakukan konsultasi publik di Desa Romoo dan Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar.

Andi mengaku munculnya pro kontra sangat wajar, karena adanya kekhawatiran terhadap limbah memang sudah biasa terjadi. “Sosialisasi ini sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba),” katanya.

Namun, Andi memastikan pihaknya bakal menerapkan teknologi tingkat tinggi, sehingga limbah-limbah tersebut bisa dimanfaatkan untuk kegiatan industri yang lain.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Gresik Soemarno mengatakan sosialisasi kali ini masih tahap awal, dan masih ada proses yang harus dilalui sebelum izin Amdal diberikan. “Ini masih tahap awal, jadi semua usulan bakal ditampung dan dimusyawarahkan,” katanya. [ant/zr]