UMK Rp 3.042.500, Industri di Gresik Terancam Gulung Tikar

0
810 views

buruh-tolah-umk-murah

BeritaGresik.com – Sejumlah perusahaan di Gresik terancam gulung tikar pasca penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang mulai berlaku per 1 Januari 2016. Penetapan UMK Gresik sebesar Rp3.042.500 dinilai terlalu berat.

Ketua Apindo DPD Gresik Tri Andhi Suprihartono mengungkapkan, sedikitnya separuh lebih dari 50 perusahaan di wilayah Wringinanom, Kabupaten Gresik, menutup usahanya akibat keberatan dengan penetapan UMK yang terlalu tinggi.

Selain di wilayah Wringinanom, dari sekitar lima perusahaan besar, tiga di antaranya bergerak di bidang tekstil disebutkan sudah mengajukan relokasi. Langkah itu diambil akibat keberatan dengan penetapan UMK di wilayah tersebut.

Menurut Andhi, kelima industri tersebut melapor ke Apindo Gresik dengan alasan beban operasionalnya sangat tinggi akibat berlakunya UMK yang baru di Gresik.

Karena itu, Apindo Gresik berharap pemegang kebijakan, khususnya di tingkat Jatim bisa kembali dan konsisten ke UU dan PP 78 tentang pengupahan, serta meminta agar Gubernur Jatim Soekarwo segera menetapkan UMP Provinsi.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menetapkan nilai  UMK berdasarkan Pergub Jawa Timur Nomor 68 Tahun 2015 tentang  UMK Jawa Timur Tahun 2016 tertanggal 20 November 2015.

UMK tertinggi adalah Kota Surabaya sebesar Rp3.045.000, atau lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya mencapai Rp2,7 juta. Kemudian disusul UMK Kabupaten Gresik sebesar Rp3.042.500 serta beberapa kabupaten lainnya. [zr]