TPID Bertekad Turunkan Inflasi Gresik Tahun 2018

0
62 views

BeritaGresik.com – Kendati pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gresik baik, namun Inflasi Gresik Tahun 2017 mencapai 4,27%, nilainya lebih tinggi dari angka Provinsi Jawa Timur yaitu 4,04% dan angka nasional sebesar 3,61%. Meski masih dalam taraf wajar dari penetepan Pemerintah yaitu angka inflasi 2017 yaitu antara 4% + 1, namun Pemkab Gresik serius agar nilai inflasi di kota industri ini bisa turun.

Tahun 2018, Pemerintah pusat menurunkan angka penetapan inflasi yaitu 3,5% +. Sementara Pemkab Gresik melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berupaya untuk menurunkan Inflasi di wilayah Gresik agar angka inflasi stabil.

Keseriusan itu ditunjukkan dalam Rapat Koordinasi TPID yang dipimpin Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim di Ruang Graita Eka Praja, Senin (26/2/2018). Rapat ini diikuti seluruh Kepala OPD, perwakilan Polres Gresik dan Kodim 0817 Gresik, Pimpinan Bulog Jatim, serta perwakilan Pertamina.

Untuk menurunkan angka inflasi di Gresik, Qosim memerintahkan kepada seluruh Kepala OPD yang ikut dalam TPID tersebut untuk serius melakukan langkah sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing.

Menurut Qosim. ada empat hal penyebab inflasi, yaitu ketidaklancaran distribusi barang, konsumsi masyarakat yang meningkat, kenaikan biaya produksi dan spekulan.

“Agar Tim Teknis TPID harus memonitor sumber tekanan inflasi dan pergerakan harga dan mengusulkan rekomendasi kebijakan. Semua data teknis yang ada di OPD baik itu harga komoditi pasar, jumlah tenaga kerja di Gresik atau luas lahan dan produksi pertanian, jumlah ternak yang terkait dalam pengambilan kebijakan harus dilaporkan ke TPID,” kata Qosim.

Pada rapat TPID yang pertama di tahun 2018 ini, Pemkab Gresik mengundang dua naras umber yaitu Dery Rossianto, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dan DR.C. Zakik, SE, M.Si dari Universitas Airlangga Surabaya.

Dalam paparannya, kedua nara sumber setuju bahwa kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dipastikan akan menjadi penyumbang perhitungan inflasi.

“Untuk penyumbang inflasi bulan Desember 2017 Jawa Timur sebesar 0,71% yakni telur ayam ras, beras, daging ayam ras, tomat sayur dan wortel. Sedangkan inflasi bulan Januari 2018 sebesar 0,60% dipicu oleh Beras, Daging ayam ras, emas, Cabai, melon, rokok kretek” ujar Dery. (sdm/as)