PBB: Kebijakan Pemerintah Harus Mendorong Ekspor Tinggi

Foto: Istimewah

Foto: Istimewah

BeritaGresik.com – Situasi ekonomi nasional dihadapkan pada tekanan yang semakin berat. Hal itu disebabkan karena kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah sepanjang 2015 langsung menghantam ulu hati rakyat.

Kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik yang diikuti kenaikan harga-harga kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan, ongkos transportasi, dan lainnya merupakan serangkaian contoh yang dapat dilihat secara seksama sejak pemerintahan Jokowi-JK ini.

Ketua Majelis Syura DPP Partai Bulan Bintang (DPP PBB), MS. Kaban menilai, kebijakan pemerintah dari sisi ekonomi tersebut membuat inflasi sangat tinggi dan daya beli masyarakat jatuh pada level paling rendah.

Kondisi tersebut jelas berdampak pada industri yang berhadapan dengan biaya imput tinggi, sementara produknya tidak mampu diserap oleh masyarakat. Industri nasional banyak yang gulung tikar.

“Jadi kita melihat bahwa situasi ekonomi nasional cenderung melambat dan banyak perusahan-perusahaan yang sudah mem PHK karyawannya. Apa yang melanda ekonomi Indonesia ini sesungguhnya bersumber dari kebijakan pemerintah sendiri” kata Kaban saat menjadi pembicara diskusi bertajuk “Perjuangan Ekonomi Dalam Perspektif Partai” di kantor DPP PBB, Jakarta Selatan, Selasa (26/1/2016).

Menurut Kaban, kenapa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tersebut tidak merangsang atau menstimulus ekspor? Menurut Kaban, pemerintah harusnya harusnya mendorong ekspor jika melihat keunggulan natural adventure atau produk-produk lokal. Jika Indonesia tak bisa mendorong ekspor, menurut Kaban, situasi ekonomi nasional semakin lesu.

“Kalau tak bisa mendorong ekspor, saya kira tahun (2016) ini ekonomi kita tidak akan bisa diangkat,” katanya.

Lebih lanjut, Kaban juga menyoroti kebijakan pemerintah yang menekankan pada pembangunan infrastruktur. Sementara pangan yang berhubungan dengan kebutuhan pokok hidup masyrakat dibiarkan begitu saja.

Menurut Kaban, kenapa pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan swasembada daging? Menurut Kaban, swasembada daging sangat dibutuhkan oleh masyarakat dibanding mendatangkan kereta cepat dari China.

“Cina melakukan investasi karena ingin mendorong perekonomiannya. Harusnya kita fokus pada lokal kontens 90-100 persen karena pembangunan infrastruktur tidak menopang sektor lokal,” pungkasnya. (as)

Tags:
No Response