Tarif Tiket Anak Dibawah Umur KMP. Giliiyang Diduga Sering Menjadi Praktek Pungki ABK Nakal

0
435 views

BAWEAN, BeritaGresik.com – Pemberlakuan tarif tiket untuk anak di bawah umur kapal giliiyang jurusan Bawean-Gresik banyak dikeluhkan warga. Pasalnya tarif tersebut diduga sering menjadi kesempatan melakukan pungki oleh ABK-ABK nakal kapal tersebut.

Misalnya saja, Jum’at (24/07) ketika kapal milik ASDP itu akan berlayar dari Bawean menuju Gresik, seorang anak bernama Farzana yang berumur 5 tahun dicegat di pintu masuk kapal oleh ABK berbaju putih, ABK itu berdalih bahwa anak seumuran dia harus membeli tiket.

Ironisnya, aturan tersebut tidak diimbangi dengan tindakan disiplin sang  ABK, bocah berumur 5 tahun asal Surabaya itu dipersilahkan masuk setelah dimintai uang Rp. 50 ribu tanpa diberikan tiket. “sudah gak apa-apa gak pegang tiket masuk saja kalau sudah bayar sama dia”, tutur ABK lainnya kepada Mudarrisah  orang tua bocah 5 tahun itu.

Sementara itu, Kepala ASDP Cabang Bawean Suhaimi membenarkan bahwa anak yang diharuskan membeli tiket untuk menaiki kapal subdi pemerintah itu mulai umur 2 hingga 12 tahun. “iya memang, mulai umur 2 tahun sampai 12 tahun harus membeli tiket”, katanya.

Meski begitu, menurut Suhaimi anak yang yang diharuskan membayar juga harus diberikan tiket dan tidak dibenarkan kalau ada pungli di atas kapal.

“anak-anak juga harus tetap memegang tiket, karena berkaitan dengan daftar manifes penumpang”, pungkasnya. (abr)