Menteri Saleh Blusukan ke Pabrik Bahan Bangunan di Gresik

0
702 views

BeritaGresik.com – Setelah meresmikan pabrik Holcim di Tuban, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin blusukan ke pabrik bahan bangunan dan konstruksi. Salah satunya berkunjung ke PT Wiharta Prametal yang ada di Legundi km 3,8, Driyorejo, Gresik.

Di sana, Menperin banyak menerima keluhan permasalahan seputar industri metal. Mulai dari soal perizinan mendirikan bangunan hingga harga bahan baku yang belakangan meroket tinggi.

“Kami kesulitan mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pengurusan IMB pabrik pertama beres, tetapi IMB untuk perluasan pabrik dua dan tiga sampai sekarang belum selesai. Padahal kami mengurusnya mulai 2012,” curhat Dirut PT Wiharta Prametal Adi Wijaya kepada Menperin, Senin (24/8).

Adi kemudian mengeluhkan harga bahan baku baik galvalum dan wirerod yang terlampau mahal. Di Indonesia, kata Adi, hanya PT Krakatau Steel, Ispatindo, Master yang memproduksi bahan baku tersebut. Tapi harganya sangat mahal.

Bahkan, harga yang harus dikeluarkan produsen lokal jauh lebih mahal dibanding dengan harga bahan baku dari negara asing seperti Cina, Taiwan, dan Vietnam. “Harga bahan baku di sini sama dengan harga barang jadi dari negara tersebut,” lanjut Adi.

Keluhan Adi yang ketiga adalah mengeni bea cukai. Institusi kepabeanan ini kurang konsisten dalam penetapan pajak dan peraturan yang kurang jelas. “Kami pesan barang dari luar sekarang, tetapi sampainya enam bulan ke depan. Barang belum sampai tapi tiba-tiba ada safeguard,” kata Adi.

Mendapat keluhan itu, Menperin mengatakan, bahwa ekonomi Indonesia saat ini memang sedang melambat. Hal itu tidak lepas dari ekonomi global yang menghantam ekonomi hampir seluruh negara di dunia.

Menperin berpesan, bahwa dunia industri tak boleh menyerah. Masalah perizinan dan kepabeanan akan dibantu dengan komunikasi dan koordinasi dengan lintas sektor yang lain. Untuk masalah bahan baku, khususnya metal, Menperin mengakui memang belum optimal. [as]