BEM STIT Bawean Bekerjasama dengan Kemenag dan PSB Adakan Pelatihan Bisnis Online

0
114 views
Pelatihan bisnis online BEM STIT Raden Santri Bawean bekerjasama dengan Persatuan Saudagar Bawean (PSB) dan Kemenag di Kantor NU Bawean. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com –┬áBada Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (BEM STIT) Raden Santri Bawean bekerjasama dengan Persatuan Saudagar Bawean (PSB) dan Kementerian Agama (Kemenag) menyelenggarakan pelatihan bisnis online di kantor NU Cabang Bawean, Sabtu (22/04/17).

Pelatihan bisnis bertemakan “Pelatihan Bisnis Online, untuk Santri dan Mahasiswa se-Pulau Bawean” ini diselenggarakan untuk kalangan santri dan mahasiswa di Pulau Bawean, Gresik. Pelatihan ini diikuti sekitar 100 peserta.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Bidang Kerjasama antar Lembaga dan Jaringan LN Persatuan Saudagar Bawean (PSB) Syarifuddin Rauf dan Koordinator 1 STIT Raden Santri Bawean Drs. H. Moh. Senneng serta Koordinator 2 Drs. H. Moh. Hanafiah.

Dalam sambutannya, Syarifuddin Rauf memberi motivasi bagi peserta untuk bisa sukses. “Modal setiap orang untuk sukses minimal ada tiga hal, yaitu ilmu, jaringan dan uang. Soal uang untuk santri dan mahasiswa Bawean pasti susah, kalo ilmu dan jaringan ini yang bisa jadi modal. Dan dunia medsos ini akan menjadi jembatan penting untuk menyatukan tiga kekuatan antara ilmu, network dan uang,” kata Syarifuddin.

Lebih lanjut, pria yang dipanggil Ending ini menjelaskan, saat ini media sosial (medsos) adalah fakta atau nyata bagi para generasi millenial, termasuk bagi mereka yang tinggal di Pulau Bawean.

Dia mengibaratkan infrastruktur di Pulau Bawean yang sudah terhubung dengan dunia luar, baik melalui bandara, akses HP dan internet seperti pisau bermata dua. Bisa menjadi peluang sekaligus juga bisa menjadi ancaman. Namun, ia berharap generasi muda Bawean memenfaatkan peluang ini menjadi hal yang produktif.

“Bisa jualan, bisa menjadi sumber belajar, bisa menambah silaturrahim, bisa berdakwah dan lain-lain. Dan atas dasar pemikiran inilah pelatihan ini menjadi sangat penting diselenggarakan,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator II STIT Raden Santri Bawean dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kerjasama dan kepercayaan dari PSB dan Kementerian Agama.

“Kegiatan ini sangat membantu memperkuat kapasitas Mahasiswa STIT untuk mnghadapi masa depan yang jauh lebih kompleks. Saya mengharap kerjasama ini akan terus berlangsung, berlanjut dan di follow-up dengan kegiatan-kegiatan yang nyata,” ungkapnya.

Pelatihan bisnis online ini diselenggarakan selama dua hari, yaitu 22-23 April 2017. Hari pertama difokuskan pada materi tentang YouTube. Sedangkan pada hari kedua akan menfokuskan pada marketing Media Sosial dan Market Place. (as)