Varietas Inpari 30 Ciherang Mampu Hasilkan Padi 9,6 Ton Per Hektar

0
288 views
Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim saat melakukan Gerakan Tanam Padi dengan sistem jajar legowo di Desa Ketapang Lor, Ujungpangkah, Gresik. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan bibit varietas terbaru padi Inpari 30 Ciherang kepada para petani melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di sejumlah kecamatan di Kabupaten Gresik, Jumat (21/7/2017).

Selain tahan rendaman, padi Inpari 30 juga mampu menghasilkan 9,5 ton padi per hektar. Itu disampaikan Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim saat melakukan Gerakan Tanam Padi dengan sistem jajar legowo di Desa Ketapang Lor, Ujungpangkah, Gresik.

“Varietas padi Inpari 30 ciherang ini banyak sekali manfaatnya, termasuk berprofit tinggi, tahan rendaman dan secara karakter agronomis mampu menghasilkan 9,5 ton padi per hektar,” kata Wabup Qosim.

Tanpak hadir dalam kesempatan itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) RI Andi Muhammad Syakir dan Wakil Ketua DPR RI Viva Yoga Mauladi.

Qosim berharap bibit padi percontohan yang diberikaan kepada perwakilan petani Gapoktan Ujungpangkah, Dukun, Sidayu, Gapoktan Bungah dan Gapoktan Panceng, dapat mempertahankan surplus beras dan mewujudkan swasembada pangan.

Gerakan tanam padi dengan sistem jajar legowo untuk meningkatkan produktifitas padi. Teknik ini diharapkan menghasilkan produksi yang tinggi serta memberikan kemudahan dalam aplikasi pupuk dan pengendalian hama pengganggu tanaman.

Sutono (47), salah seorang petani asal Kecamatan Dukun, Gresik, berharap agar varietas terbaru padi jenis Inpari 30 Ciherang ini mampu menghasilkan kualitas padi yang bagus dan dapat menghasilkan produksi yang melimpah. (as)