PDAM Gresik Berencana Bangun Instalasi Baru

0
386 views
Foto: BG/Wan
Foto: BG/Wan

BeritaGresik.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gresik berencana membangun instalasi baru pengolah air bersih berkapasitas sekitar 1.000 liter per detik di Bendung Gerak Sembayat (BGS).

Hal itu untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Gresik yang terus meningkat. Selain untuk melayani kebutuhan rumah tangga, PDAM Gresik jugak menjadikan sejumlah industri di Kota Pudak sebagai sasaran bisnis perusahaan plat merah itu.

Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) misalnya. Kawasan industri berskala internasional di Kecamatan Manyar itu diprediksi bakal membutuhkan pasokan air dari PDAM Gresik sedikitnya 600 liter per detik.

Sementara kapasitas eksisting PDAM Gresik hanya mencapai sekitar 1.300 per detik. Dari jumlah itu, sekitar 975 liter per detik digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Gresik.

Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perusahaan daerah ini pun bersiap membangun instalasi pengolah air bersih berkapasitas sekitar 1.000 liter per detik di Bendung Gerak Sembayat (BGS).

“Proyek pembangunan instalasi baru ini ditaksir menelan dana sekitar Rp 750 miliar. Tapi sampai sekarang kami belum bisa memastikan apakah dari APBD atau bekerjasama dengan pihak ketiga,” kata Muhammad, Direktur Utama PDAM Gresik, Rabu (20/4/2016).

Instalasi baru tersebut bakal dibangun di Desa Mojopuro, Kecamatan Bungah. Air baku dari BGS dibawa ke Mojopuro untuk diolah di sana, kemudian dialirkan ke kawasan industry di Manyar menggunakan pipa berdiameter 1.000 milimeter.

“Kalau kebutuhan JIIPE hanya 600 liter per detik, berarti ada sisa 400 yang nanti bisa dimanfaatkan untuk melayani industri lainnya, dan menambah kapasitas pasokan ke konsumen rumahan,” tandasnya.

Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu Fasibility Study (FS) untuk proyek ini sudah keluar dengan kapasitas 2.000 liter per detik. Tapi ada revisi dari Kementrian PU yang menyebut Gresik dijatah 1.000 liter per detik dari BGS.

“Satu atau dua bulan ini FS diharapkan rampung. Kemudian kami meminta persetujuan ke Bupati, dan setelah disetujui bisa langsung ditenderkan. Harapan kami, proyek bisa dimulai akhir tahun ini dan air mulai mengucur pada akhir 2017 mendatang,” paparnya.

Selain pasokan dari dari BGS, PDAM Gresik juga mendapatkan jatah pasokan air sebanyak 1.000 liter per detik dari proyek Umbulan, Pasuruan. Proyek tersebut merupakan kerjasama dari Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) dan PDAM.

Air dari Umbulan akan difokuskan untuk melayani pelanggan rumahan di Kebomas, Kota dan Duduk Sampean. Lalu, kelebihan 200 liter per detik dari kapasitas eksisting saat ini untuk meningkatkan pelayanan air bersih. (wan)