Operasi Pasar Sembako Diserbu Warga Sedayu Gresik

0
464 views

BeritaGresik.com – Operasi pasar yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim di Pasar Sedayu, Kabupaten Gresik diminati warga setempat. Sejak dibuka pagi, paket bahan pokok sudah ludes dalam waktu satu hingga dua jam.

“Kita menjual harga kebutuhan pokok dengan cara paket, dan selisih harga lebih murah dibanding yang dijual di Pasar Sedayu,” ucap Ana Kurniawati, salah satu penjual yang merupakan staf PT Jatim Nusa Usaha (JNU), yakni perusahaan yang bekerja sama dengan Disperindag Jatim, Jumat (19/6).

Ana mengatakan, minat warga Kecamatan Sedayu, Gresik untuk membeli bahan pokok di operasi pasar sangat tinggi dikarenakan ada beberapa faktor, seperti lokasi operasi pasar yang digelar di atas truk dan di luar pasar, sehingga warga tidak perlu masuk pasar untuk membelinya.

Selain itu, kata Ana, selisih harga menjadi penentu minat warga membeli bahan pokok dalam operasi pasar. Dia menyebutkan, operasi pasar di Sedayu akan berlangsung sampai 15 Juli 2015, guna mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok saat puasa dan jelang Lebaran 2015.

Sebelumnya, Kepala Disperindag, Koperasi dan UKM Gresik, Najikh mengakui keberadaan operasi pasar di beberapa titik mampu menekan tingginya harga kebutuhan pokok saat memasuki bulan suci Ramadhan.

“Kami melaksanakan operasi pasar sekitar sebulan penuh, mulai 16 Juni 2015 sampai 15 Juli 2015 menjelang Lebaran. Ada empat komoditas yaitu beras, gula, minyak goreng kemasan, dan tepung terigu dengan lokasi operasi pasar di beberapa titik,” katanya.

Najikh menjamin setiap harga sembako yang dijual dalam operasi pasar tidak akan naik dan dipatok tetap selama sebulan, seperti harga beras Rp8.500, minyak goreng Rp10 ribu per liter, gula curah Rp10.750 per kg serta tepung terigu Rp7.500 per kg.

“Transaksinya dari atas truk dalam bentuk paket. Biasanya truk yang beroperasi sejak jam 06.00 ini pada jam 10 pagi sudah ludes. Setiap operasi ada 750 kg beras, 750 kg gula, 600 liter minyak goreng dan 400 kg tepung terigu,” pungkasnya. [ant/as]