Kawasan Permukiman Baru Dorong Pertumbuhan Ekonomi Gresik

0
486 views

BeritaGresik.com – Pada akhir 2011, Kementerian Perumahan Rakyat menetapkan Kabupaten Gresik sebagai salah satu kawasan yang mendapatkan jatah program pengembangan kawasan permukiman, dengan dana yang disiapkan mencapai Rp5 triliun.

Ada empat kecamatan di Gresik selatan yang ditetapkan sebagai wilayah pengembangan, yakni Kecamatan Wringin Anom, Kedamean, Driyorejo, dan Menganti. Total lahan yang tersedia sedikitnya 10 ribu hektare.

Dari keempat kecamatan itu, Menganti nantinya diplot sebagai pusat kota karena wilayah itu berada di titik tengah dari kecamatan yang ada di sekitarnya dan berbatasan langsung dengan tiga daerah, yakni Surabaya, Sidoarjo dan Mojokerto.

Keberadaan tol Surabaya-Mojokerto yang saat ini sedang dalam proses pembangunan, akan menjadi salah satu akses infrastruktur penting dalam pengembangan kawasan Gresik selatan.

“Konsep kawasan perumahan di Gresik bagian selatan ini akan memberikan dampak cukup besar bagi perekonomian daerah, terutama menaikkan PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto) Kabupaten Gresik,” kata Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, PDRD Kabupaten Gresik 2011 mencapai lebih dari Rp17 triliun pada 2011. Jumlah itu tertinggi keempat di Jatim setelah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Kediri.

“Dari total titik lokasi seluas 10 ribu hektare yang berada di empat kecamatan di Gresik selatan, sekitar 3.000 hektare di antaranya dikuasai pengembang dan sebagian besar telah dibangun perumahan. “Sisanya tinggal dikonsolidasikan dengan pemkab untuk dikembangkan,” tambahnya.

Sejumlah proyek perumahan yang telah dikembangkan di kawasan Gresik selatan antara lain Diryorejo Kota Baru, Griya Kencana, Ready Kota Damai Kedamean, dan Sumput Asri.

Untuk itu, Sambari terus mengajak dan mendorong investor perumahan untuk segera mengembangkan permukiman baru di kawasan tersebut. Sebagai stimulus, Pemkab Gresik memberikan berbagai kemudahan dan menyiapkan fasilitas pendukung, seperti pasokan air bersih, listrik dan infrastruktur jalan.

Pengembangan ke arah sana cenderung lambat, karena terkendala infrastruktur khususnya jalan. Hal itu perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Terkait pembangunan megaproyek permukiman di Gresik selatan, pengembang siap ambil bagian asalkan ada komitmen dari pemerintah.

Pembukaan kawasan permukiman baru juga menjadi pendorong tumbuhnya pergerakan ekonomi di daerah dan sektor lainnya, retail, perdagangan, jasa, dan usaha kecil yang ada di masyarakat. [wan]