Produksi Ikan Asin di Gresik Terkendala Bahan Baku

0
240 views
Tempat produksi okan asin di warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Jumat (18/1/2017). (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Usaha pembuatan ikan asin di wilayah pesisir kabupate Gresik makin menggeliat seiring meningkatnya permintaan pasar. Namun demikian, produksi ikan asin masih kerap terkendala oleh terbatasnya pasokan bahan baku.

“Pemesan inginnya setiap hari dikirim dalam jumlah besar, tapi kendalanya yaitu tidak setiap hari ada ikan,” kata Fufah (45), salah satu juragan ikan asin, warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Jumat (18/1/2017).

Menurut dia, dibutuhkan waktu dua hari untuk menjadikan ikan biasa menjadi ikan asin yang siap dikemas dan dikirim jika cuaca sedang terang. Tetapi, butuh dua hari lebih untuk mengeringkan ikan saat musim penghujan seperti sekarang ini.

Berbagai jenis ikan diasinkan, seperti ikan mujaer, bader, serta ikan bandeng. Ikan-ikan tersebut sebagian besar hasil dari panen tambak. Bahan baku ikan asin bisa berasal dari Sidoarjo, Lamongan maupun Gresik.

Sementara untuk pasokan ikan laut hasil dari tangkapan nelayan hanya untuk melengkapi pesanan. Seperti ikan teri, udang, lomo, gerih, cukil dan ikan belanak.

“Sekali kirim bisa tujuh ton ikan asin. Pengirimannya ke Bandung, Tasikmalaya, Garut dan wilayah Jawa Barat lainnya,” kata Fifah.

Untuk ikan asin jenis mujaer dijual Rp 30.000/kg. Sedangkan untuk ikan udang kering Rp 28.000/kg.

Dia tidak mau menyebutkan penghasilan dari usaha ikan asin yang digeluti secara turun temurun. Tapi jika dilihat dari harga ikan asin jenis mujaer mencapai Rp 30.000/kg dikalikan 6 ton untuk sekali kirim.

Terkadang dalam sepekan bisa dua sampai tiga kali melakukan pengeringan. Itu tergantung stok ikan yang sudah diasinkan. Rata-rata Rp 180 juta sekali kirim. (wan)