Terkait Smelter, Gresik Dinilai Pilihan Terbaik Bagi Freeport

0
104 views
Kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Terpadu Terhadap Pelaku Usaha Pertambangan Bersama Komisi VII DPR RI di Hotel Pesona Gresik, Senin (17/4/2017). (Foto: BG/Kurniawan)

BeritaGresik.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Eny Maulani menyebut wilayah Gresik merupakan pilihan lain terbaik bagi PT Freeport Indonesia sebagai lokasi untuk membangun smelter ketimbang membangun di wilayah Papua.

“Kalau dibangun di Gresik infrastruktur sudah sangat memadai. Tetapi jika Freepot membangun smelter di Papua maka akan semakin ke laut,” kata Eny saat melaksanakan Pembinaan dan Pengawasan Terpadu Terhadap Pelaku Usaha Pertambangan Bersama Komisi VII DPR RI di Hotel Pesona Gresik, Senin (17/4/2017).

Eny berharap freeport segera memastikan membangun smelter di Gresik. Pasalnya, di Gresik ada pabrik pupuk Petro sehingga tudak perlu membangun infrastruktur yang lain. “Di Gresik semuanya yang dibutuhkan smelter ada. Bukan berarti kami tidak setuju di Papua, tetapi lebih karena pada kebutuhan yang dibutuhkan,” ucapnya.

Pada bagian lain, anggota FPG DPRD Gresik Asroin Widiana menanyakan keseriusan Freeport membangun Smelter di Gresik. “Saya ingin mendapatkan kepastian soal rencana pembangunan smelter oleh Freeport,” kata Asroin.

Dirjen Minerba Bambang Gatot Cahyono menilai, bahwa alternatif paling tinggi secara teknis pembangunan di Gresik. Namun dari pihak Papua sendiri juga meminta agar Smelter di bangun di Timika Papua.

“Tapi nanti tergantung Freeport. Namun secara teknis hanya Gresik yang pas untuk di bangun Smelter, karena pabrik pupuk untuk menampung asal sulfatnya,” jelas Bambang.

Ditegaskan Bambang, Freeport diberi waktu mulai 2017 sampai 2020 untuk membangun smelter. “Kalau tidak progres selama waktu yang kita berikan maka ijin akan kita cabut. Dan kita akan evaluasi setiap sembilan bulan sekali,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengungkapkan, kabar bahwa Freeport akan hadir dan membangun smelter sudah tidak asing lagi di telinga warga Gresik.

“Tapi kapan Freeport akan hadir tidak ada kepastian. Dan ketika masyarakat tanya maka saya sendiri yang akan jawab tidak ada. Karena selembar kertas pun belum ada yang masuk di Gresik,” imbuhnya. (wan)