Petani di Gresik Keluhkan Harga Pupuk Bersubsidi Mahal

0
367 views
Petani di Kecamatan Cerme, Gresik, sedang menabur pupuk di sawah. (Foto: BG/Usm)

BeritaGresik.com – Para petani di sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik belakangan ini mengeluhkan sering kekurangan pupuk. Tak hanya itu, petani juga mengeluhkan mahalnya harga pupuk bersubsidi.

Masali (50), petani asal Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik mengaku kalau akhir-akhir ini dirinya kesulitan mendapatkan pupuk. Jika pun ada, harga pupuk malah lebih mahal dibanding harga sebelumnya.

Harga pupuk urea bersubsidi per saknya hanya sekitar Rp 100 ribu, tapi sekarang menjadi Rp 105 ribu per saknya. Satu sak ukurannya 50 kg. Kenaikan harga juga terjadi pada pupuk subsidi jenis lainnya.

Tak hanya petani Cerme, petani di Panceng juga mengeluhkan hal serupa. Joko Sampurno, Ketua Gapoktan Lemah Ireng di Panceng berharap harga pupuk tidak naik. “Semestinya yang naik itu harga jual gabah,” kata Joko, Minggu (15/1/2016).

Di Kecamatan Panceng, pupuk subsidi dalam satu saknya berukuran 50 kg. Harga pupuk urea per sak mencapai Rp 100 ribu. Pupuk SP36 harganya Rp 115 ribu per sak. Sementara pupuk phonska Rp 125 ribu per sak.

Para petani di kawasan Sangkapura Bawean, Gresik, sedang menanam padi di sawah. (Foto: BG/Abr)

Sementara di pulau Bawean, harga pupuk bersubsidi selain di jual mahal juga mengalami kendala pengiriman. Biasanya kendala pengiriman akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi di laut Jawa.

Berdasarkan data dinas terkait, luas areal pertanian yang ditanami padi di Bawean pada tahun ini seluruhnya mencapai 3. 221 hektar. Di kecamatan Tambak 1.295 hektar dan tersebar di 13 desa, lalu di kecamatan Sangkapura 1.926 hektar untuk 17 desa.

Khomaili, salah satu petani Pulau Bawean, Kabupaten Gresik juga mengaku kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Kalau pun ada, biasanya pupuk bersubsidi tersebut harganya dikatakan relatif mahal.

Berdasarkan rilis dari PT Petrokimia Gresik, bahwa sesuai dengan aturan harga pupuk bersubsidi di kawasan ring satu, Harga Eceran Tertinggi (HET) seperti yang telah di tetapkan oleh pemerintah.

Untuk di Kabupaten Gresik, harga pupuk bersubsidi, yakni pupuk jenis Urea Rp 1.800 per kg, jenis ZA Rp 1.400 per kg, SP36 Rp 2.000 per kg  dan jenis NPK Rp 2.300 per kg. Sementara pupuk Petroganik Rp 500 per kg.

Sedangkan aturan pemakaian, dalam satu hektarnya dengan perbandingan 5:3:2,   yakni dengan rincian 500 kg petroganik, 300 kg pupuk NPK , dan 200 kg pupuk jenis urea.

Sulitnya petani memperoleh pupuk  bersubsubsidi sangat disayangkan, apalagi pabrik pupuk berada Gresik. Hefni, pemerhati pertanian berharap dinas terkait menertibkan para distributur yang telah berani menjual pupuk di atas harga HET.

“Itu pelanggaran berat karena telah mengambil keuntungan sendiri, dan menyengsarakan petani dengan cara menjual pupuk bersubsidi di atas harga HET,” ujarnya. (usm)