Cuaca Tak Menentu, Produksi Ikan Pindang di Bawean Menurun

0
15 views
Rumah produksi ikan pindang di Dusun Dedawang, Telukjatidawang, Tambak Bawean, Gresik. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Cuaca tak menentu yang terjadi belakangan ini rupanya turut mempengaruhi produksi ikan pindang di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Pasalnya, ikan pindang yang dihasilkan nelayan setempat harus diangkut ke Pulau Jawa menggunakan kapal KMP Gili Iyang dari Bawean ke Paciran, Lamongan.

Majid, salah satu pengusaha ikan pindang di Dusun Dedawang, Desa Telukjatidawang Tambak Bawean, Gresik, mengatakan usaha ikan pindang miliknya saat ini sangat bergantung pada kelancaran jalur pelayaran kapal dari Bawean ke Paciran.

Ketergantungan pada kapal Giliiyang itu terjadi karena perahu-perahu nelayan asal Kabupaten Lamongan yang biasanya mengangkut hasil produksi ikan pindang nelayan Bawean semakin berkurang.

“Kalau Gili Iyang lancar, kita lancar juga produksi (ikan pindang). Tapi sekalipun ikan banyak kalau tidak ada kapal, ya kita gak produksi,” kata Majid kepada BeritaGresik.com di Bawean, akhir pekan lalu.

(Foto: BG/Abr)

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, saat ini produksi ikan pindang di Bawean dirasa sangat berkurang. Selain karena hasil tangkapan nelayan yang menurun, para pengusaha ikan pindang juga harus menyesuaikan dengan harga pasar di Jawa.

Majid mencohtohkan ketika kapal penyeberangan Bawean-Paciran dihentikan akibat gelombang laut tinggi beberapa waktu yang lalu, maka produksi ikan pindang terpaksa dihentikan.

“Alhamdulillah katanya sekarang kapal sudah lancar lagi, kalau seminggu yang lalu waktu tidak ada kapal kita berhenti juga pdoduksi pindang,” ungkapnya.

Majid menambahkan, selama ini produksi ikan pindang di Bawean kebanyakan dijual kepada agen-agen di Lamongan, sehingga kelancaran transportasi kapal laut ke Paciran sangat diharapkan para pengusaha pindang. (abr)