Ribuan Pemudik Terlantar, Pemda Gresik Dinilai Lamban

0
430 views

BeritaGresik.com – Ribuan calon penumpang kapal yang hendak mudik ke Pulau Bawean masih tertahan di sekitar Pelabuhan Gresik. Pemerintah daerah (Pemda) Gresik dinilai lamban dalam mengupayakan pengadaan kapal besar yang mampu mengangkut ribuan pemudik ke Pulau Bawean saat kondisi cuaca buruk.

Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Bawean (AMPB) Abdul Kholid mengungkapkan, sampai saat ini masih terdapat sekitar 1.500 pemudik terlantar di beberapa penginapan yang ada di sekitar Pelabuhan Gresik.

“Ini sangat disayangkan, setiap tahun selalu ada cerita masyarakat Bawean terlantar di penginapan, menunggu kepastian jadwal kapal akibat kondisi cuaca bukuruk,” kata Kholid kepada BeritaGresik.com Selasa (14/7).

Seperti diketahui, kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi di laut jawa yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan tiga kapal utama yang melayani penyeberangan ke Pulau Bawean tak bisa beroperasi.

Karena itu, pemda Gresik mengupayakan keberangkatan KM Kirana I pada malam ini (14/7) pukul 21.00 WIB melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mengangkut pemudik yang masih tertahan di Gresik.

Namun, keberangkatan KM Kirana I hanya mampu mengangkut sekitar 650 penumpang. Keberadaan kapal rute Suarabaya-Kalimantan itu dinilai belum cukup untuk membawa ribuan calon penumpang lainnya.

Karena itu, Kholid yang juga mantan aktivis Persatuan Mahasiswa Bawean (PMB) menilai Pemda Gresik sangat lamban dalam mengantisipasi lonjakan penumpang dan cuaca buruk yang bisa terjadi setiap saat.

“Semestinya kejadian seperti ini tidak terjadi jika pemerintah memiliki political will dan kepedulian terhadap nasib masyarakat Bawean, yang notabene masyarakat perantau,” tandasnya. [abr]