Hadapi MEA, Pekerja dituntut Punya Skill dan Sertifikasi

0
2,017 views

Hadapi Mea

BeritaGresik.com – Hadapi Masyarakat Ekonomi Asia atau disebut MEA menjadi salah satu pemikiran penting bagi Dosen Bahasa Inggris Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan STKIP Qomaruddin, Sampornan kecamatan Bungah kabupaten Gresik. Pria asli didikan Pondok Pesantren Qomaruddin ini lebih menonjolkan pemikirannya kepada kualitas pekerja dari pada menaikkan gaji UMK yang sekarang lagi marak.

Muhammad Mahbub adalah salah satu anggota Dewan Pengupahan Kabupaten Gresik, sekaligus Wakil ketua 3 bagian kemahasiswaan STKIP Qomaruddin yang baru saja dieluh-eluhkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Untuk itu Lembaga sertifikasi ber ISO telah digandengnya STKIP sejak dua tahun lalu.

“Jangan upah dulu, namun skill atau tenaga trampil itu lebih penting. Kalau boleh kita usulkan ke Disnaker dan Perusahaan yang ada di Gresik untuk memberi materi pelatihan yang membuat masyarakat sekitar mempunyai rasa memiliki,” ucap pria penghoby memancing ini.

Jangan salahkan kalau perusahaan itu merelokasi, karena tidak bisa menggaji karyawannya. Jadi kenaikan upah itu sebenarnya tidak mengeluarkan masalah. Apalagi lambat laun sertifikasi tenaga ahli sangat dibutuhkan. “Menghadapi MEA, tidak punya skil dan sertifikat, siap-siap saja jadi pecundang,” tutup nya sembari menyeringai.(wan)