BPS Catat 132.229 Usaha Non Pertanian di Gresik

0
188 views
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat memberi pengarahan dalam sosialisasi pendataan UMK dan UMB Sensus Ekonomi 2016. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Hasil sensus ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik memperlihatkan Usaha Mikro Kecil (UMK) dan Usaha Menengah Besar (UMB) non pertanian di Kabupaten mengalami peningkatan dalam sepuluh tahun terakhir.

Sensus yang dilakukan BPS sejak 2006 hingga 2016 menunjukkan kegiatan usaha di Kabupaten Gresik mengalami peningkatan berkisar 10,94%. Pada 2006 terdapat 119.190 usaha di Gresik. Lalu, pada tahun 2016 terdapat 132.229 usaha.

Hal itu disampaika BPS Kabupaten Gresik saat melakuka sosialisasi pendataan UMK dan UMB di Gresik, Rabu (12/7/2017). Sosialisasi ini merupakan lanjutan sensus ekonomi 2016 yang lebih dikhususkan pada pendataan UMK dan UMB di Gresik.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim didampingi Kepala BPS Kabupaten Gresik Endang Sulastri. Hadir pula Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Tugas Husni Syarwanto.

Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim menyampaikan apresiasi kepad investor dan para pengusaha atas kontribusi dan peranannya dalam proses pembangunan, terutama peningkatan perekonomian Kabupaten Gresik.

“Kami atas nama pemerintah kabupaten Gresik mengucapkan terima kasih atas peran serta anda (para pengusaha) yang aktif dalam pembangunan dan peningkatan perekonomian di Kabupaten Gresik,” kata Qosim.

Menurut dia, sosialisasi hasil sensus ekonomi yang dilaksanakan 10 tahun ini sangat penting untuk diikuti pemberian gambaran yang aktual mengenai kondisi perekonomian dan pertumbuhan UMK dan UMB di Gresik. “Kami harap sosialisasi ini diikuti dengan sebaik mungkin,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto berpesan agar BPS dan para pengusaha selalu bersinergi sehingga diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat.

“Khususnya bagi para pengusaha hendaknya memberikan informasi yang jelas terkait usahanya kepada BPS sehingga outputnya didapati data yang akurat dan bisa dijadikan sebagai acuan dalam menyusun perencanaan, menetapkan program dan kebijakan di bidang ekonomi,” kata Sambari.

Menurut dia, Kabupaten Gresiik merupakan surga bagi para investor untuk berinvestasi atau menamkan modalnya. Saat ini, papar Sambari, terdapat 1.383 perusahaan besar di wilayah Kabupaten Gresik, dan 53 perusahaan diantaranya merupakan eksportir.

Sambari menegaskan, bahwa peran investor dan pengusaha sangat penting dalam mendongkrak perekonomian di Gresik untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan sejahterakan masyarakat. (as)