Asisten Kementerian Perhubungan Sidak Pelabuhan Gresik

0
646 views

BeritaGresik.com – Rombongan Asisten Kementerian Perhubungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pelabuhan Gresik, Minggu, (12/07) pagi. sidak dilakukan dalam rangka memantau kesiapan armada kapal yang akan mengangkut penumpang arus mudik dan balik lebaran tahun ini.

Nanang Afandi humas syahbandar Gresik menjelaskan bahwa penyeberangan Gresik Bawean hanya dilayani oleh tiga kapal, dua kapal cepat dan satu kapal jenis roro yakni kapal gili iyang

Namun saat ini kedua kapal cepat tersebut yakni kapal exspress bahari 8E dan natuna express mulai tanggal 12 ini 17 Juli nanti tak bisa beroperasi karena ombak diatas ketinggian  2.5 meter. Bahkan lanjut Nanang untuk hari Selasa14 Juli mendatang,  ketinggian ombak mencapai 4 meter. Sementara batas maksimal yang boleh dilalui kapal cepat maksimal ombak dua meter.

Lebih lanjut Nanang menjelaskan pihak Dishub Gresik telah berusaha untuk meminta bantuan kapal milik  PT. Darma Lautan Utama, Hanya saja bila ombak besar seperti saat ini pihak arma lautan juga tidak akan berani melayani penyeberangan mengangkut calon pemudik menuju bawean. Demi keselamatan.

Sampai saat ini banyak calon pemudik yang terpaksa menginap diberbagai hotel dan penginapan disekitar pelabuhan gresik. Misalnya saja Mahmudi. 50 tahun warga Sangkapura yang sudah lama tidak pulang ke Bawean karena bekerja menjadi TKI di Malaysia sangat cemas saat ditemui BeritaGresik.com di penginapan Haji Hasan, Karena harapan bisa bertemu dan  berlebaran bersama istri dan empat anaknya yang ada di Bawean masih belum jelas. Akibat belum ada kepastian kapal yang menuju Bawean.

“Saya mulai kehabisan bekal akibat terlalu lama di Gresik karena tak bisa pulang, semoga saja pemerintah meng usahakan kapal bantuan”, harapnya. (am/abr)