Kementan Temui Bupati Gresik Bahas TTP Plus

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Muhammad Syakir saat menemui Bupati Gresik Sambari. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Setelah diresmikan oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman beberapa waktu lalu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Muhammad Syakir mendatangi Pemerintah Kabupaten Gresik, Senin (10/9/2018).

Kunjungannya itu untuk memastikan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Gresik bisa berjalan sesuai harapan. Syakir menemui Bupati Gresik Sambari Halim Radianto di ruang rapat Kantor Bupati Gresik.

Dalam keterangannya, Muhammad Syakir mengatakan, dari sekian banyak TTP yang ada di Indonesia, baru TTP Plus yang sudah menjadi asset Pemkab Gresik ini yang pertama kali dikunjunginya.

Menurut dia, TTP di Gresik memiliki karakteristik khusus. Ia berharap TTP Gresik ini bisa menjadi percontohan bagi TTP yang ada di seluruh Indonesia. TTP tersebut dikatakan akan berhasil jika ada dukungan dari pemerintah daerah, pihak swasta dan dukungan masyarakat.

“Bupati sebagai innovator adalah hal penting atas kemajuan TTP pada suatu daerah. Untuk TTP Gresik ini saya optimis,” kata Syakir.

Dia menyatakan pihaknya siap untuk memberokan pendampingan sebatas yang diperkenankan, agar TTP plus yang ada di Kabupaten Gresik ini sukses.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto berharap keberadaan TTP Plus bisa mengangkat kesejahteraan petani Gresik.

“Sebelum program intiplasma yang akan dikembangkan kepada petani, saya berharap petani harus untung, yaitu untung dalam produksi dan untung dalam pengolahan,” tandas Sambari.

Untuk itu, ia meminta pihak Balitbang pertanian agar semuanya dihitung dengan cermat. Jangan sampai program intiplasma yaitu penanaman mangga intercropping dengan tanaman lain ini nantinya merugikan kalangan petani.

Sambari juga berharap agar ada kepastian pasar, yaitu tertampungnya semua hasil petani dengan kepastian harga yang baik.

“Satu lagi yang penting yaitu adanya biaya hidup petani sebelum petani tersebut menghasilkan. Karena saat awal menanam sampai lima tahun pertama, dipastikan petani belum mendapatkan hasil,” ujarnya.

Sementara itu, CEO PT Polowijo Gresik Achmad Djauhar Arifin mengatakan, untuk langkah awal pengembangan mangga unggul, yaitu dilakulan regenerasi pohon mangga milik petani dengan bibit mangga yang unggul. (as)

No Response