Semen Indonesia Perluas Ekspansi ke Luar Negeri

0
549 views
Semen Indonesia
Semen Indonesia

BeritaGresik.com – PT Semen Indonesia (SI) tengah sibuk melakukan ekspansi ke luar negeri. Sasaran utama produsen semen berlabel BUMN tersebut adalah negara-negara tetangga, terutama di kawasan Asia Selatan.

Direktur Enjiniring dan Proyek PT SI Gatot Kustyadi mengatakan, pasar semen di sejumlah negara tetangga sangat terbuka lebar. “Seperti Malaysia, Singapura dan beberapa Negara lain yang selama ini sudah menjadi sasaran pasar kami,” ungkapnya. Senin (11/7/2016).

Sayangnya, dia tidak menyebut secara pasti negara mana saja yang menjadi sasaran utama ekspansi. “Setelah Tang Long di Vietnam, arah ekspansinya adalah negara-negara yang lokasinya tidak jauh dari Indonesia,” lanjutnya.

Ekspansi ini sedang digarap dan harus segera terlaksana. Tapi, sebagai perusahaan milik Negara, pihaknya mengaku harus tetap menjaga porsi untuk melayani kebutuhan dalam negeri sebagai prioritas. Porsi untuk luar negari hanya sekitar 25% dari total kapasitas.

Upaya ini juga tidak lepas dari program SI yang memasang target produksi 100 juta ton per tahun pada tahun 2030. Artinya, jika dipatok 25 persen, maka konsumsi ekspor semen dari perusahaan plat merah tersebut ada di kisaran 25 juta ton per tahun.

Jika dibanding sekarang, angka itu terbilang cukup besar. Karena saat ini kisaran ekspor baru 5-10 persen saja. “Kami tetap mengutamakan hasil produksi untuk kebutuhan dalam negeri, sedangkan kenaikan ekspor itu sangat situasional,” lanjut Gatot.

Dalam perkembangan, pemerintah sedang menyiapkan banyak proyek besar untuk pembangunan, termasuk tol dan sejumlah proyek lain. Jika pasar domestic menyerap, maka SI sebagai BUMN harus mengutamakan kebutuhan domestic.

Sejauh ini, SI juga masih menguasai pasar dalam negeri dengan market share sekitar 43 persen. Kendati banyak produsen semen lain bermunculan, perseroan juga berusaha untuk menjaga market share tersebut. Salah satunya dengan terus meningkatkan kapasitas produksi.

Upaya itu dilakukan dengan membangun sejumlah pabrik baru. Yang sedang berlangsung adalah proyek pabrik semen di Rembang dan Indarung yang masing-masing berkapasitas 3 juta ton per tahun, dan dijadwalkan tuntas akhir tahun ini.

Setelah itu, juga akan dibangun pabrik-pabrik lain, seperti di Papua dengan sejumlah daerah lain. Hingga tahun 2030 nanti, untuk memenuhi target kapasitas 100 juta ton per tahun, PT SI harus menambah kapasitas sekitar 1,5 juta ton per tahun. (wan)