AMP Extension page

BPS: Investasi Pendorong Ekonomi di Gresik

No comment 1303 views

FGD penyusunan disagregasi pembentukan modal tetap bruto 2018. (Foto: BG/As)

BeritaGresik.com – Pengembangan dunia usaha dan pariwisata dengan program prioritas yakni perbaikan iklim investasi dan penciptaan lapangan kerja perlu disertai adanya data investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang telah didisagregasi menurut institusi dan lapangan usaha.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik melakukan penyusunan disagregasi PMTB yang dihadiri oleh berbagai instansi di Hotel Pesonna, Gresik, Rabu (11/4/2018).

Kepala BPS Kabupaten Gresik Endang Sulastri mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan data rinci penambahan dan pengurangan barang modal menurut aset tetap, sektor institusi dan lapangan usaha sebagai dasar perumusan berbagai kebijakan dan analisis investasi secara makro maupun mikro.

“Selain itu, hasil dari survei penyusunan disagregasi PMTB 2018 ini juga dapat digunakan sebagai sumber data dalam penyusunan stok kapital yang akan dilaksanakan pada tahun 2019,” kata Endang.

Menurut dia, investasi merupakan salah satu pendorong ekonomi di Kabupaten Gresik. Pertumbuhan PMTB di Gresik terus meningkat sejak 2011. Pada 2016 proporsi PMTB bangunan sebesar 88,29 persen dan PMTB non bangunan 11,71 persen.

Terkait hal itu, Wakil Bupati Gresik Moh. Qosim mengatakan, bahwa PMTB dan kebutuhan data investasi yang rinci sangat diperlukan bagi Pemerintah sebagai pengambil kebijakan dalam bidang ekonomi, khususnya investasi sebagai dasar perencanaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gresik.

Pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, menurut Wabup, karena kemudahan dalam berinvestasi di Gresik. Sehingga iklim investasi yang semakin tinggi berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

“Melalui pembangunan sejumlah insfrastruktur merupakan upaya pemerintah Kabupaten Gresik untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para investor untuk berinvestasi di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Karena itu, penyampaian data yang akurat sangat diperlukan guna mendukung pelaksanaan PMTB saat ini.

“Kami ingatkan kepada para pengusaha maupun instansi terkait untuk menyampaikan data secara valid dan obyektif, agar pelaksanaan PMTB dapat berjalan sesuai dengan semestinya,” imbuhnya. (iis/as)

No Response