UMK Tinggi, 9 Industri Hengkang dari Gresik

0
16,477 views

BeritaGresik.com – Sebanyak sembilan industri di kawasan Gresik memilih untuk merelokasi pabriknya tahun ini ke daerah lain. Upah Minimum Kabupaten (UMK) diduga sebagai salah satu faktor penyebab mereka hengkang dari Gresik.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik Tri Andhi Suprihartono mengatakan, industri yang memindahkan pabriknya ke daerah lain tersebut bergerak di sektor industri tekstil, alas kaki dan kayu.

Sembilan industri itu memilih daerah lain di Jawa Timur yang UMK-nya lebih rendah dari Kabupaten Gresik. Salah satunya adalah Lamongan. Sebagian industri dikatakan merelokasi pabriknya ke Jawa Tengah dan luar pulau Jawa.

“Dipilihnya daerah-daerah tersebut sebagai tujuan relokasi pabriknya karena upah buruh relatif lebih rendah dibandingkan di Gresik,” kata Andhi di Hotel Shangri-La, Surabaya, Selasa (8/11/2016).

Menurut Andhi, perbedaan besarsn UMK menjadi salah satu faktor penting bagi pengusaha dalam memutuskan tujuan relokasi. Apalagi dengan kondisi pasar seperti sekarang, efisiensi dinilai sangat memengaruhi keberlangsungan usaha.

Lebih lanjut, Andhi menjelaskan bahwa sebagian pengusaha mempertimbangkan daerah yang tak jauh dari Gresik, namun menerapkan UMK lebih rendah.

Wilayah itu salah satunya Lamongan, dengan UMK hanya Rp 1.573.000. Jumlah itu jauh lebih rendah dibandingkan UMK Gresik yang sudah mencapai Rp 3.042.500.

“Ada selisih hampir separuh inilah menjadikan Lamongan sebagai tujuan relokasi pabrik yang wilayahnya berbatasan dengan Gresik,” ujar Andhi.

UMK bukan satu-satunya alasan para pengusaha merelokasi pabriknya. Faktor ketersediaan bahan baku juga menjadi salah satu pertimbangan lain pengusaha merelokasi pabriknya. (wan)