Semen Indonesia Evaluasi Tambang Gunung Kendeng

0
452 views
PT Semen Indonesia
PT Semen Indonesia

BeritaGresik.com – PT Semen Indonesia (SI) harus melakukan evaluasi ulang terhadap kawasan tambang batu kapurnya, terutama terkait dampak pembangunan pertambangan produsen semen BUMN tersebut di Gunung Kendeng, Rembang, Jawa Tengah.

Evaluasi ini dilakukan sebagaimana hasil pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan para petani Kendeng di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Jelas disampaikan (oleh presiden) agar tambang dievaluasi ulang. Bukan dihentikan,” kata Direktur Utama PT SI, Rizkan Chandra usai tasyakuran HUT PT SI Pabrik Gresik ke-59 di Gresik, Selasa (9/8/2016).

Rizkan mengaku siap mengikuti apa yang disampaikan oleh presiden. Menurut dia, Semen Indonesia selalu beroperasi dengan mengikuti semua aturan yang berlaku.

“Termasuk mengenai kasus hukum yang terjadi (dalam proyek pembangunan pabrik semen di Rembang), mulai proses pengadilan hingga ke PK (Peninjauan Kembali) semua kami ikuti,” lanjutnya.

Dia menyebut perkara ini sudah inkracht. Tetapi karena masih ada sebagian masyarakat yang terus melakukan aksi, hingga presiden juga meminta melakukan evaluasi ulang, maka pihaknya pun harus mematuhinya.

Evaluasi ulang itu, terang Rizkan, juga berlaku untuk semua produsen lain yang membutuhkan bahan baku dari Gunung Kendeng. “Gunung Kendeng  itu kan panjang, dari barat sampai timur,” ujarnya.

Kendati harus dievaluasi, stok bahan baku untuk pabrik milik perusahaan plat merah ini disebut masih aman. Pihaknya masih akan melakukan penambangan di Gunung Kendeng setelah proses evaluasi tuntas.

Tentang kinerja perseroan memasuki semester dua tahun ini, hingga akhir tahun ini targetnya bisa tumbuh sekitar 5 persen dari capaian tahun kemarin. Jika di semester awal sudah bisa tumbuh sekitar 3 persen, perusahaan sangat optimistis bisa mencapai target tersebut.

Adanya penyesuaian suku bunga, insentif di sector riil dari pemerintah dan program tax amnesty, diyakni bisa menjadi factor pendorong laju konsumsi semen dalam negeri.

“Kami sangat yakin, semester dua ini akan melaju lebih pesat dibanding semester pertama dan tahun lalu,” pungkasnya.(wan)